Women Lead
November 25, 2021

6 Film Tentang ‘Move on’ Terbaik yang Wajib Kamu Tonton

Film tentang ‘move on’ yang membuat saya sadar, dunia tak berakhir hanya karena putus dengan mantan.

by Jonesy
Culture
Film Tentang Move On yang Populer di 2009
Share:

Selama 25 tahun hidup, saya sudah mengalami beberapa kali patah hati ketika remaja dan berkuliah. Entah karena ditolak gebetan atau pun putus dari pacar, hidup saya terasa berat sekali masa-masa itu. Saya sedih, malu, sekaligus kerap terngiang-ngiang kenangan bareng mantan pacar. Nah, dalam fase ini, biasanya saya menghabiskan waktu untuk menonton film tentang move on.

Dari beberapa film tentang move on yang pernah saya tonton, banyak sekali mengangkat soal cara berdamai dengan diri kita. Beberapa film juga memperlihatkan, tidak baik bagi kita untuk terus lari dari masalah, bahkan menyalahkan pasangan kita atas hal yang terjadi.

Baca Juga: Pacar Kamu ‘Needy’? Ini Cara Menghadapinya

Berikut ini beberapa film tentang move on yang mesti kamu tonton untuk jadi bahan pembelajaran atau hanya sekadar hiburan di kala senggang.

Eternal Sunshine of the Spotless Mind

Coba, deh bayangin, kamu baru saja putus dari pasanganmu, dan hal itu merupakan fase paling berat yang kamu jalani. Agar bisa melupakan mantanmu dengan instan, ada sebuah layanan jasa untuk menghapus ingatan buruk di kotamu. Hal ini dirasakan oleh Clementine (Kate Winslet) yang melakukan prosedur penghapusan memori dengan mantan cowoknya, Joel (Jim Carrey).

Mendengar kabar ekstrem tersebut, Joel merasa marah dan melakukan prosedur yang sama untuk menghapus ingatan tentang Clementine. Melalui filmini, sutradara Michel Gondry secara apik menggambarkan, terkadang menghadapi konflik dengan pasangan, bagaimanapun usaha kita melupakan, ujungnya akan sia-sia saja. Keduanya perlu duduk bersama dan berkomunikasi tentang apa yang mereka rasakan.

Film Tentang Move On yang Populer di 2009: (500) Days of Summer

Siapa sih yang tidak mengenal film kebanggaan mas-mas sinefil edgy ini? Film besutan sutradara Marc Webb ini menceritakan tentang Tom (Joseph Gordon Levitt), cowok lajang yang berprofesi sebagai copywriter dan mendambakan bisa menemukan perempuan idaman.

Suatu hari ketika baru sampai di kantor, ia bertemu dengan perempuan bernama Summer (Zooey Deschanel). Dari situ, Tom semakin tertarik dengan Summer dan mulai mendekati Summer. Ketika Tom merasa hidupnya sempurna bersama dengan Summer, perempuan itu menganggap hubungan mereka tidak spesial.

Baca Juga: Baru Putus Cinta? Ini 5 Cara Buat Obati Patah Hati

Tom merasa terpukul saat mendengar hal itu dan melalui masa-masa paling berat baginya dan menyalahkan Summer atas hal ini. Awal-awal ketika menonton film tentang move on ini, sejujurnya saya sempat bersimpati dengan karakter Tom, tetapi jika dipahami baik-baik, apa yang dialami oleh Tom, bukan akibat dari kesalahan Summer.

Lala Land

Film tentang move on ini bercerita tentang Sebastian (Ryan Gosling) dan Mia (Emma Stone). Keduanya memiliki cita-cita besar untuk menjadi bintang, dan dalam filmnya perlahan-lahan mereka pun semakin dekat dan akhirnya menjadi pasangan. Namun karena satu dan dua hal, hubungan mereka putus, dan memberi dampak besar pada keduanya.

Film Lala Land tak hanya membicarakan soal hubungan percintaan dan menghadapi masa-masa move on, tetapi juga bagaimana orang-orang berjuang menggapai cita-citanya, yang sering kali sangat jauh berbeda dari yang dibayangkan.

Birds of Prey

Jika membicarakan tentang tokoh villain DC, Harley Quinn, sebagian besar dari kita pasti langsung menghubungkan karakter perempuan tersebut dengan Joker. Dalam setiap film dan komiknya, Harley memang selalu digambarkan sebagai budak cintanya Joker, dan akan melakukan apapun untuk pudding-nya itu. 

Nah, dalam film Birds of Prey, Harley Quinn digambarkan sangat berbeda dari film sebelumnya. Dengan kemampuan sutradara Cathy Yan, setelah putus dari Joker, Harley digambarkan perlahan-lahan menjadi perempuan yang bangkit dari hubungan toksik.

Birds of Prey merupakan film tentang move on paling epik, yang mengombinasikan genre action, superhero, dan tentunya sangat memberdayakan perempuan.

Silver Linings Playbook

Setelah ia kehilangan pekerjaan, berpisah dengan istrinya, dan masuk ke rumah sakit jiwa, Pat Solatano (Bradley Cooper) memutuskan untuk kembali tinggal di rumah orang tua.

Baca Juga: 5 Film untuk Bulan Kesadaran Kesehatan Mental

Ketika tinggal di sana, Pat ingin kembali rujuk dengan istrinya, namun orang tuanya mengatakan lebih baik Pat move on saja dan menjalin hubungan baru. Namun, situasi semakin sulit, ketika Pat bertemu dengan Tiffany (Jennifer Lawrence), yang menawarkan bantuan pada Pat agar lelaki itu bisa kembali rujuk pada istrinya.

Silver Lining Playbook memang sebuah film tentang move on yang mengajarkan kita tentang bagaimana mengikhlaskan hal-hal yang sudah terjadi dan melakukan refleksi terhadap kesalahan kita, agar jadi lebih baik dari sebelumnya.

Film Tentang Move On Genre Musikal: Mamma Mia

Ini film tentang move on favorit pilihan saya, bahkan saya bisa menonton film ini berkali-kali. Film bergenre musikal ini, bercerita tentang Donna (Meryl Streep), pemilik hotel di Yunani. Ia tengah sibuk mengurus persiapan pernikahan anaknya, yang sebentar lagi diselenggarakan, dengan bantuan dua sahabat baiknya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Thailand Lucu Yang Wajib Kamu Tonton

Di lain sisi, Sophie (Amanda Seyfried) sang anak, tanpa sepengetahuan ibunya, mengundang tiga laki-laki yang dulu berhubungan secara romantis dengan Dona. Hal ini ia lakukan, agar ia bisa mengetahui siapa sebenarnya sang ayah kandung.

Tak disangka keputusannya untuk mengundang ketiga lelaki itu, membawa banyak momen menarik dalam hidup Sophie dan ibunya. Seperti film romcom pada umumnya, Mamma mia benar-benar film tentang move on paling menyenangkan yang pernah saya tonton.