Skor Kesehatan Finansial Anak Muda Turun, tapi Kebiasaan Menabung Meningkat?
Perubahan kondisi ekonomi dan kebutuhan hidup yang makin beragam membuat kemampuan mengelola keuangan jadi semakin penting. Melihat kondisi ini, OCBC bersama NielsenIQ (NIQ) kembali meluncurkan Financial Fitness Index (FFI) 2026, studi yang mengukur kesehatan finansial masyarakat Indonesia sekaligus melihat perubahan perilaku, prioritas, dan kesiapan mereka menghadapi masa depan.
Dalam FFI 2026, skor financial fitness anak muda Indonesia tercatat 39,64, turun dari 40,60 pada tahun sebelumnya. Meski begitu, ada beberapa perkembangan positif. Proporsi masyarakat yang memiliki skor kesehatan finansial di atas rata-rata Indonesia naik dari 28 persen menjadi 29 persen. Kebiasaan menabung juga meningkat, dengan 92 persen masyarakat mengaku rutin menyisihkan sebagian pendapatannya, naik dari 89 persen pada 2025.
Baca juga: OCBC Ajak UKM Hadirkan Produk Ramah Lingkungan yang Dekat dengan Keseharian
Namun, kesadaran finansial ini belum sepenuhnya diikuti tindakan. Sebanyak 55 persen masyarakat merasa perencanaan keuangan mereka saat ini bisa membawa kesuksesan finansial di masa depan. Di sisi lain, 80 persen belum melakukan pencatatan keuangan dan hanya 27 persen yang sudah memiliki dana darurat.
Menurut NielsenIQ, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya jarak antara financial awareness dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Meski skor FFI menurun, masyarakat tetap berusaha memenuhi kebutuhan dasar seperti pengeluaran sehari-hari dan pembayaran utang, sembari mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan.
Menariknya, kepemilikan dana darurat juga berkaitan dengan kesiapan masyarakat untuk mengembangkan aset. Mereka yang sudah memiliki dana darurat lebih banyak memiliki produk investasi yang lebih kompleks seperti saham, deposito, reksadana, dan forex, yaitu sebesar 9 persen, dibandingkan 4 persen pada mereka yang belum memiliki dana darurat. Begitu pula dengan minat terhadap produk investasi kompleks, masing-masing 14 persen dan 2 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa membangun pondasi keuangan, seperti memiliki dana darurat dan rutin menabung, bisa memberi ruang bagi seseorang untuk mulai memikirkan tujuan finansial jangka panjang.
Baca juga: OCBC Perkuat Layanan Wealth Management untuk Dampingi Nasabah Kelola Aset Jangka Panjang
Bagi OCBC, kesehatan finansial bukan sekadar soal punya banyak uang. Yang tidak kalah penting adalah memiliki pondasi dan perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan, prioritas, kemampuan, serta profil risiko masing-masing.
FFI 2026 juga menegaskan bahwa financial fitness bukan berarti harus mengorbankan gaya hidup. Dengan kebiasaan menabung, dana darurat, dan perencanaan yang lebih baik, masyarakat tetap bisa menikmati lifestyle sambil menjaga kebutuhan finansial jangka panjang.




















