OCBC Perkuat Layanan Wealth Management untuk Dampingi Nasabah Kelola Aset Jangka Panjang
OCBC kembali memperkuat layanan wealth management di Indonesia melalui pendekatan yang lebih terintegrasi dan mudah diakses oleh berbagai segmen nasabah. Dalam acara yang digelar pada 20 Mei 2026 di Jakarta, PT Bank OCBC NISP Tbk menegaskan komitmennya untuk mendampingi individu, keluarga, hingga pelaku usaha dalam mengelola, melindungi, dan mengembangkan aset jangka panjang melalui layanan finansial yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Penguatan layanan ini hadir di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan finansial. Seiring perubahan kebutuhan tersebut, layanan wealth management juga terus berkembang, tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga pengalaman nasabah dalam mengakses berbagai layanan keuangan.
OCBC memperkuat kapabilitasnya melalui beragam pilihan investasi seperti obligasi, reksa dana, asuransi, hingga emas. Selain itu, bank ini juga mengembangkan layanan digital yang semakin seamless dan terhubung dalam satu ekosistem finansial agar nasabah dapat mengakses berbagai kebutuhan keuangan secara lebih praktis.
Baca juga: OCBC Business Forum 2025 Perkuat Strategi Bisnis Para Pelaku Usaha
Pertumbuhan Bisnis dan Perubahan Perilaku Nasabah
Penguatan layanan tersebut turut tercermin dalam pertumbuhan bisnis wealth management OCBC. Dalam periode 2022 hingga Desember 2025, pertumbuhan tahunan majemuk atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) bisnis ini mencapai 29 persen dengan nilai melampaui Rp120 triliun.
Perubahan perilaku nasabah di era digital juga terlihat dari meningkatnya transaksi wealth melalui kanal digital. Porsinya naik dari 30 persen pada 2024 menjadi 44 persen pada 2025. Sementara itu, transaksi obligasi digital meningkat 50 persen secara tahunan, dengan volume transaksi yang tumbuh hingga 89 persen.
OCBC juga mencermati kebutuhan finansial masyarakat yang kini semakin saling terhubung, mulai dari transaksi sehari-hari, gaya hidup, hingga pengelolaan aset. Dalam lima tahun terakhir, aktivitas nasabah melalui kartu kredit, kartu debit, QRIS, dan pembayaran tagihan mencatat CAGR sebesar 68 persen.
Peningkatan aktivitas tersebut menunjukkan perubahan cara masyarakat berinteraksi dengan layanan keuangan. Bagi OCBC, kondisi ini menjadi indikator meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap mitra finansial yang dapat mendampingi berbagai aspek pengelolaan keuangan secara menyeluruh.
“Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa nasabah membutuhkan mitra untuk pertumbuhan aset jangka panjang. Dengan skala yang semakin kuat, expertise yang semakin dalam, dan ekosistem yang semakin terintegrasi, kami ingin membantu lebih banyak individu, keluarga, dan pelaku usaha untuk mengelola, melindungi, dan mengembangkan wealth mereka dengan lebih optimal,” ujar Direktur OCBC, Johannes Husin dalam rilis resmi yang diterima oleh Magdalene.
Baca juga: OCBC Ajak Kita ‘Win This Economy’ lewat Nyala Festival 2025
Integrasi Layanan untuk Perencanaan Kekayaan Jangka Panjang
Selain memperkuat layanan perbankan, OCBC juga mengandalkan dukungan ekosistem grup untuk memperluas solusi finansial bagi nasabah. Melalui PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Great Eastern Life Indonesia, perusahaan menghadirkan layanan yang mencakup investasi, proteksi, pengelolaan likuiditas, hingga perencanaan kekayaan lintas generasi.
Integrasi layanan tersebut memungkinkan nasabah mengakses kebutuhan finansial dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Nasabah juga dapat memantau portofolio, mengakses insight pasar, serta mengambil keputusan finansial secara mandiri melalui platform digital yang tersedia.
Memasuki usia ke-85 tahun di Indonesia, OCBC berharap pertumbuhan bisnis dan penguatan layanan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi nasabah. Melalui pengembangan layanan wealth management, perusahaan berupaya mendukung kebutuhan finansial nasabah dalam berbagai tahap kehidupan, mulai dari pengelolaan aset hingga perencanaan keuangan jangka panjang.





















