07/08/2026
Community Update

OCBC Ajak UKM Hadirkan Produk Ramah Lingkungan yang Dekat dengan Keseharian

OCBC meluncurkan program RISE untuk mendampingi UKM menciptakan produk ramah lingkungan yang kreatif, fungsional, dan mudah dijangkau, sehingga gaya hidup berkelanjutan makin dekat dengan keseharian.

  • August 7, 2026
  • 2 min read
  • 23 Views
OCBC Ajak UKM Hadirkan Produk Ramah Lingkungan yang Dekat dengan Keseharian

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap isu keberlanjutan terus meningkat. Namun, survei Voice of the Consumer 2025dari PwC menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum menjadikan isu iklim sebagai pertimbangan saat berbelanja. Melihat kesenjangan tersebut, OCBC meluncurkan RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle), program yang mendorong UKM menghadirkan produk ramah lingkungan yang kreatif, fungsional, dan mudah dijangkau agar gaya hidup berkelanjutan lebih mudah diterapkan dalam keseharian.

Lewat kolaborasi dengan Femalepreneur Indonesia, program ini membina 50 UKM di sektor kuliner, fesyen, dan kriya melalui workshop, pendampingan, hingga kurasi produk. Para pelaku usaha juga mendapat bimbingan dari desainer Billy Tjong dan women’s entrepreneurship advocate Petty S. Fatimah untuk mengembangkan produk yang tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga menerapkan prinsip keberlanjutan.

Baca juga: OCBC Perkuat Layanan Wealth Management untuk Dampingi Nasabah Kelola Aset Jangka Panjang

Dari Seragam Bekas Menjadi Produk Bernilai

Salah satu hasil program ini adalah pemanfaatan seragam bekas OCBC yang diolah menjadi kain baru, lalu dikembangkan menjadi berbagai produk kebutuhan sehari-hari. Produk tersebut dipasarkan kepada karyawan OCBC, sementara seluruh keuntungan penjualannya digunakan untuk membeli bibit pohon mangrove.

Brand & Communication Head OCBC Aleta Hanafi mengatakan, keberlanjutan tidak harus identik dengan produk mahal atau gaya hidup yang rumit. Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari pilihan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Senada dengan itu, Billy Tjong menilai keberlanjutan merupakan ruang untuk terus berinovasi. Sementara Petty S. Fatimah menyoroti perubahan perilaku konsumen yang kini semakin mempertimbangkan cerita dan nilai di balik sebuah produk, bukan sekadar fungsi maupun tampilannya.

Program RISE menjadi kelanjutan dari komitmen OCBC terhadap ekonomi sirkular yang dimulai sejak 2023. Setelah mengajak karyawan mendonasikan seragam bekas, inisiatif tersebut berkembang menjadi Upcydea Festival pada 2025 yang berhasil mengolah 256 kilogram seragam batik menjadi berbagai produk fesyen. Program itu mencatat penjualan Rp43,7 juta yang kemudian didonasikan untuk penanaman 2.185 pohon mangrove.

Baca juga: OCBC Business Forum 2025 Perkuat Strategi Bisnis Para Pelaku Usaha

Memasuki 2026, OCBC memperluas program ini, termasuk ke cabang Semarang, sekaligus mengajak lebih banyak UKM mengintegrasikan praktik keberlanjutan ke dalam model bisnis mereka.

Inisiatif tersebut memperlihatkan praktik bisnis berkelanjutan tidak selalu harus dimulai dari inovasi berskala besar. Dengan memanfaatkan material yang sudah ada dan mengolahnya menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi, UKM didorong melihat limbah sebagai peluang, bukan sekadar sisa produksi. Harapannya, semakin banyak pelaku usaha mengadopsi prinsip ekonomi sirkular sehingga produk ramah lingkungan menjadi pilihan yang lebih mudah dijangkau masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas sekitar.

About Author

Magdalene

.