16/10/2026
Issues

5 Artikel Pilihan: Kelangkaan BBM di Bali, Trauma Korban Karhutla, hingga Cerita di Balik Ayam Petelur

Redaksi Magdalene merangkum lima berita pilihan untuk pekan ini mulai dari kelangkaan BBM di Pulau Bali, hingga trauma korban karhutla.

  • October 16, 2026
  • 3 min read
  • 13 Views
5 Artikel Pilihan: Kelangkaan BBM di Bali, Trauma Korban Karhutla, hingga Cerita di Balik Ayam Petelur

1.  Kelangkaan BBM Berulang, Pakar: Masyarakat Bisa Gugat Pemerintah

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah daerah. Kali ini, stok BBM yang kosong di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) melanda Pulau Bali. Melansir Kompas.com, kelangkaan ini terjadi sejak (12/10) malam. Antrean kendaraan pun mengular hingga menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di sekitar SPBU.

Tommy, 30, pekerja yang berdomisili di Bali, mengaku mulai merasakan dampak kelangkaan ini sejak (13/10). Mulanya, ia berniat mengisi bahan bakar motornya sepulang kerja sekitar pukul 22.00 WITA. Namun, ketika tiba di salah satu SPBU di kawasan Denpasar, antrean kendaraan sudah mengular.

Baca artikel selengkapnya di sini. 

2.  Kala Rumah Jadi Penjara: Menelusuri Trauma dan Ruang Isolasi Baru Korban Karhutla

Bagi Jay dan Marda yang tinggal di Desa Lebung Itam dan Kuro, Sumatra Selatan, aroma asap di awal kemarau dulunya adalah bagian dari ritme hidup. Asap menandai pembukaan ladang kecil secara tradisional–kearifan lokal yang menopang kehidupan mereka.

Namun, sejak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas, aroma yang sama berubah menjadi horor.

Udara desa berubah pekat dan lengket seperti bagian dalam tungku pengasapan ikan. Demi bertahan hidup, mereka terpaksa menunda menyadap karet hingga pukul 10 pagi, menunggu kabut asap sedikit menipis.

Baca artikel selengkapnya di sini.  

3.  Di Balik Telur yang Kamu Makan, Ada Ayam yang Kehilangan Kebebasannya

Di balik telur yang tersaji di meja makan, ada kehidupan ayam petelur yang kerap luput dari perhatian. Dalam upaya memenuhi permintaan pasar, kesejahteraan ayam sering kali diabaikan.

Hal ini disampaikan oleh Fiolita Berandhini atau Fio, Founder sekaligus Director dari Animal Don’t Speak Human (ADSH) – sebuah yayasan perlindungan hukum satwa Indonesia. Fio mengatakan, mayoritas ayam petelur di Indonesia mengalami eksploitasi karena dipaksa menghabiskan hampir seluruh hidupnya di kandang baterai.

Simak artikelnya di sini. 

4.  Tobat Sampah Pembalut, 2 Pesantren di Jombang Beralih ke Pembalut Kain

Bagi santri yang tinggal jauh dari orang tua, pengeluaran sekecil apa pun terasa di dompet. Bagi santri putri, pembalut menjadi kebutuhan bulanan yang tidak dapat dihindari. Itulah salah satu alasan Dina Kamilia, santri Pesantren Mambaul Hikam di Jombang, Jawa Timur, memilih pembalut kain atau menspad.

“Menspad ini agak mahal, tapi bisa awet dua sampai empat tahun. Kalau pembalut sekali pakai kan tiap bulan beli, jadi boros,” tutur Dina saat ditemui di aula Pesantren Mambaul Hikam (4/8).

Baca artikel lengkapnya di sini. 

5.  Sedikit-sedikit NPD, Kenapa Kita Gampang Melabeli Orang yang Dibenci?

Kita semua pasti familier dengan label NPD yang sering bermunculan di media sosial belakangan. Mulai dari pelabelan penjahat sampai jadi nama boy grup Indonesia, penggunaan kata NPD semakin umum digunakan sehari-hari. Namun, kepopuleran term ini tentu tidak datang tanpa konsekuensi. Rahelda Defianti, Psikolog Klinis Her Space, bilang semakin umumnya label NPD tanpa diagnosa yang jelas punya efek samping tersendiri.

“Khawatirnya kita jadi gampang memberikan label NPD pada karakteristik atau kondisi emosi seseorang,” kata Rahelda kepada Magdalene (9/10).

Baca artikel selengkapnya di sini.

About Author

Magdalene

.

Click to access the login or register cheese