Anggun Bangga pada no na dan Album Pertama Mereka
Foto: Wikimedia Commons
Penyanyi, aktris, sekaligus duta rambut Pantene, Anggun C Sasmi mengaku bangga melihat karier girlband no na melejit di level internasional. Kombinasi suara merdu dan tarian yang energic membuatnya kagum. Menurutnya no na merupakan girlband Indonesia pertama yang memiliki gaung besar di kancah internasional.
“Nyanyinya bagus, narinya kayak mereka tulangnya lunak semua, enggak tahu caranya gimana. Pokoknya, ini girl band pertama yang gaungnya sebesar ini, sudah gitu di lagu-lagunya ada kata-kata Indonesia,” kata Anggun di acara Island Girl Album Release, di Nirmana Falatehan, Blok M (20/9).
Pengalaman sebagai perempuan yang sejak lama juga berkarier di industri hiburan internasional, Aggun senang melihat para pendatang baru di level sama. Anggun ingat momen-momen merintis ulang karier saat pertama kali menginjakkan kaki di Paris, Prancis. Status selebritas di Indonesia tidak berlaku di Prancis kala itu. Meski begitu, Anggun ingat tujuannya berkarya: bukan untuk terkenal, melainkan menciptakan makna dalam hidup. Menurutnya, individu tidak boleh lupa siapa dirinya.
“Buat aku gini, cita-citanya kan bukan jadi terkenal, cita-citanya membuat sesuatu yang bermakna untuk hidupku,” ungkapnya.
Baca juga: ‘Queer Love Is Real’: Lima Lagu Bucin untuk Merayakan Cinta Kwir
Jujur pada Diri Sendiri
Menurut Anggun, menjalankan hidup dengan jujur adalah sesuatu yang sangat penting. Sebab, dengan jujur pada diri sendiri, suatu pekerjaan akan dilalui dengan senang hati. Justru dengan membohongi diri sendiri, pekerjaan akan terasa berat dan tidak nyaman.
Untuk bisa jujur, seseorang tentu saja harus memahami dirinya sendiri. Anggun sebagai penyanyi, tidak akan lupa menciptakan makna untuk diri sendiri di setiap karyanya, karena itu tujuan awalnya berkarier. Bahkan, hingga kini ketika sudah mendapatkan ketenaran dan perhatian khalayak, ia masih memprioritaskan makna dalam karya-karyanya.
“Sebagai figur publik, dilihat banyak orang, bisa meng-influence banyak orang, yang terpenting untuk kita jangan sampai lupa, kita itu siapa dalam hidup, itu yang enggak boleh kita lupakan,” jelasnya.
Jangan sampai ketenaran dan penghargaan membuat terlena. Setiap penghargaan yang ditulis di biodata atau biografi seorang artis memang tanda apresiasi yang baik, tetapi semua itu sudah berlalu. Lagipula, penghargaan tidak semata diraih berkat dirinya sendiri.
“Aku bangun tiap hari, aku enggak ngitung pialaku ada berapa, itu maksudnya enggak penting, maksudnya achievement bagus tandanya kita diapresiasi, tapi kan itu sudah berlalu,” kata Anggun.
“Yang penting itu apa yang akan kita lakukan hari ini dan besok, yang kemarin-kemarin sudah itu buat suatu hari kalau bikin biografi, tapi udah. Kan itu bukan kerja diriku sendiri, ada manajer, ada tim yang bantu,” tambahnya.
Baca juga: ‘Operasi Pesta Copet’: ‘TVC’ Pesta Pora yang Dibungkus Jadi Film
Semangat Berkarya
Semangat berkarya Anggun dalam industri hiburan tidak lepas dari kesenangannya mempelajari hal baru. Selain merintis karier dari bawah di luar negeri, ia juga mencoba format karya lain. Tahun ini jadi debut anggun di dunia akting dalam film Para Perasuk.
Alih-alih meninggalkan musik, dia berkata aktingnya di Para Perasuk adalah bentuk eksplorasi. Dia memberikan kesempatan pada diri sendiri yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Bahkan, ia mengaku selalu takut untuk berakting dari dulu.
“Tapi setelah aku memberanikan diri untuk belajar, kenapa sih kok dari dulu enggak mau, ternyata aku enggak mau malu-maluin diriku aja. Itu kan tandanya harus belajar, harus bisa humble untuk belajar ulang dari bawah, aku senang kalau bisa mempelajari sesuatu yang baru,” ungkap Anggun.
Tantangan, Anggun melanjutkan, adalah hal yang baik untuk seniman. Maka dari itu, memulai sesuatu yang baru tidak membebaninya. Ia justru senang mendapat banyak pekerjaan rumah. “Menurutku, seniman itu enggak boleh nyaman, karena kalau seniman itu comfort itu tandanya sudah mati,” ujarnya.
Konsistensi dalam berkarya ini membuat Pantene terus mempercayakannya sebagai brand ambassador (BA) atau duta rambut. Selain karena hubungan yang natural antara Anggun yang menggunakan produk Pantene, Creative Director P&G Mikhael Hintono bilang relevansi jadi poin penting.
Menurut Mikhael, generasi muda masih mengenal dan menjadikan Anggun inspirasi. Sebab, ia menjadi salah satu dari sedikit orang yang bisa membangun karir di industri hiburan internasional.
“Mungkin ada sedikit tuh orang yang bisa berkarir di luar negeri, hidup di luar negeri, dan even di setelah beberapa puluh tahun kemudian masih ada karya-karyanya terus, jadi masih relevan banget,” terangnya.
“Dan juga, ini mungkin personal, ‘aku jadi duta shampo lain’ tuh masih sangat iconic juga. Jadi why would we change the winning formula juga sih,” tambah Mikhael.
Baca juga: Dari Nadin sampai Baskara ‘Hindia’, Kenapa Penting Musisi Tanah Air Dukung Hak Kwir?
Membuka Pintu Lebih Lebar
Anggun dan Pantene mendukung peluncuran album terbaru no na, Island Girl. Dukungan ditunjukkan dengan membuat pop-up booth di acara peluncuran album. Mikhael mengatakan, saat ini kerja sama Pantene dan no na hanya terbatas pada acara. Namun, ia tidak menutup pintu untuk menjalin kolaborasi yang lebih mendalam.
“Apakah so far kita pingin no na ke level BA, it’s something that, I would not close the door. Tapi kita masih terus eksplor, kita masih terus assess, kita masih ngobrol sama manajemennya juga untuk bentuk kerja sama apa yang possible,” terangnya.
Sementara Anggun, senang telah membuka pintu untuk para generasi penerus yang ingin berkarya secara internasional. Untuknya, yang penting bukan menjadi orang pertama yang menembus batas, tetapi sebagai pembuka pintu go international lebih lebar lagi. Terutama melihat keberhasilan no na, di usia yang sangat muda.
“Jadi buat aku No Na itu senang banget ngeliatnya, apalagi gen-z, seumuran anak aku loh,” katanya. “Pokoknya sudah saatnya sih, negara kita kan besar ya Indonesia tuh hampir 300 juta orang, harusnya kita lebih berisik sih,” tegas Anggun.





















