Perempuan Penyelam Perluas Peran di Industri Maritim dan Konservasi Laut
Keterlibatan perempuan di sektor maritim Indonesia semakin terlihat, terutama dalam industri wisata bahari dan kegiatan konservasi laut. Profesi yang sebelumnya banyak didominasi laki-laki kini mulai diisi lebih banyakperempuan, baik sebagai penyelam profesional, pemandu wisata, maupun pegiat lingkungan.
Salah satu komunitas yang aktif dalam bidang ini adalah Komunitas Penyelam Profesional Perempuan Indonesia (KP3I). Komunitas yang berdiri pada 2019 ini menjadi ruang bagi para penyelam perempuan dari berbagaidaerah untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, serta memperkuat kapasitas di industri selam.
Dalam rilis resmi yang diterima Magdalene (7/3), Mimi Amilia, instruktur selam dam perwakilan KP3I, menyampaikan komunitas tersebut lahir dari pengalaman perempuan penyelam di lapangan yang masih menghadapi sejumlah hambatan.
“KP3I kemudian hadir sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, mencari solusi bersama, dan memperluas peluang bagi perempuan di industri selam,” ujarnya.
Dari Pariwisata Bahari hingga Konservasi Laut
Dalam beberapa tahun terakhir, anggota KP3I terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan sektor kelautan. Aktivitas tersebut mencakup pelatihan penyelaman, pendampingan bagi penyelam perempuan, hinggaketerlibatan dalam proyek konservasi laut dan operasi pencarian serta penyelamatan (search and rescue).
Peran tersebut menunjukkan keterlibatan perempuan dalam sektor maritim tidak hanya terbatas pada kegiatan pariwisata, tetapi juga dalam berbagai aktivitas profesional yang berkaitan dengan keselamatan dan perlindungan lingkungan laut.
Di sektor pariwisata bahari, penyelam perempuan juga berperan sebagai edukator bagi wisatawan. Selain memandu aktivitas penyelaman, mereka kerap mengajak pengunjung memahami ekosistem laut sekaligus pentingnya menjaga kelestarian lingkungan bawah laut.
KP3I juga terlibat dalam sejumlah kampanye lingkungan global. Pada 2021, komunitas ini bergabung bersama lebih dari 70 organisasi internasional dalam kampanye #ListenToTheOcean yang mendorong para pemimpin dunia memasukkan isu kelautan dalam pembahasan krisis iklim.
Selain itu, anggota komunitas juga berpartisipasi dalam berbagai diskusi dan kampanye mengenai polusi sampah laut bersama sejumlah organisasi internasional.
Ke depan, KP3I berencana memperluas program pemberdayaan melalui berbagai kegiatan, termasuk program Dive for Impact dan Women Empowerment Workshop yang direncanakan berlangsung pada 2026. Komunitas ini juga memanfaatkan berbagai platform, termasuk podcast, untuk membahas pengalaman perempuan di industri selam serta isu konservasi laut.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, komunitas ini berupaya memperluas ruang partisipasi perempuan dalam sektor maritim sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan ekosistem laut.




















