07/07/2026
Issues Politics & Society

Benarkah Perang Dunia Ketiga Sudah Dekat, ini Kata Pakar

Kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat dugaan serangan AS dan Israel memicu kecaman global dan meningkatkan ketegangan Timur Tengah, di tengah belum adanya pernyataan dari Presiden Prabowo Subianto.

  • March 12, 2026
  • 3 min read
  • 793 Views
Benarkah Perang Dunia Ketiga Sudah Dekat, ini Kata Pakar

Foto oleh Kantor Khamenei via AFP

Presiden Indonesia Prabowo Subianto tak segera menyampaikan pernyataan duka cita atas kematian Ayatollah Ali Khamenei. Pemimpin Tertinggi Iran itu dilaporkan meninggal dunia pada (28/2), diduga akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari atas kematian tersebut. Peristiwa ini segera memicu respons dari sejumlah pemimpin dunia dan meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Beberapa pemimpin dunia menyampaikan kecaman atas serangan yang menewaskan Khamenei. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan tersebut melanggar norma moral kemanusiaan. Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”.

Dari Jakarta, Kedutaan Besar Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi menyebut serangan Amerika Serikat dan Israel sebagai pelanggaran terhadap Pasal 2 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Serangan terhadap lokasi-lokasi sipil dan infrastruktur vital di Tehran serta beberapa kota lainnya merupakan pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Magdalene (3/3).

Ia menilai tindakan tersebut menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan regional maupun internasional. Ia juga menuding tindakan AS dan Israel telah berulang kali melanggar hukum humaniter internasional serta hak asasi manusia dalam beberapa dekade terakhir.

Baca Juga: Yang Perlu Kita Tahu tentang Kemelut di Timur Tengah Sekarang

Eskalasi Konflik dan Risiko Perang Global

Pakar politik dan militer Universitas Nasional Selamat Ginting menilai kematian pemimpin Iran berpotensi memicu gejolak politik dunia. Menurutnya, peristiwa ini membawa eskalasi langsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Ini jelas bukan bentrokan skala kecil. Serangan langsung terhadap pemimpin nasional dan lingkaran terdekatnya adalah eskalasi militer paling tajam di kawasan dalam beberapa dekade,” katanya kepada Magdalene lewat pesan singkat pada (3/3).

Selamat memprediksi sekutu Iran tidak akan tinggal diam. Iran memiliki hubungan erat dengan kelompok militan Lebanon Hezbollah, yang selama ini menjadi proxy utama Teheran. Selain itu, sejumlah milisi Syiah di Irak dan Suriah yang selama bertahun-tahun menerima dukungan militer serta intelijen dari Iran berpotensi bereaksi.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan Iran. Sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab hingga kini belum menunjukkan sikap resmi atas serangan tersebut.

“Secara garis besar, perang ini telah menciptakan blok kekuatan yang lebih tajam: blok yang dipimpin oleh AS dan Israel dengan dukungan dari beberapa negara Arab moderat, melawan Iran dan jaringan proxy serta simpatisannya,” ujarnya.

Baca Juga: Dampak Sunyi Serangan Israel ke Palestina: Cemari Lingkungan dan Rusak Hutan

Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan konflik yang lebih luas, termasuk skenario perang dunia ketiga.

Menurut Selamat, kemungkinan tersebut sangat bergantung pada langkah negara-negara besar seperti Rusia dan China. Hingga kini kedua negara tersebut belum menunjukkan mobilisasi militer langsung untuk berhadapan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Artinya, meski eskalasi di Timur Tengah tergolong besar, belum ada indikasi kuat seluruh kekuatan besar dunia akan terlibat dalam konflik militer penuh. Namun ia mengingatkan situasi dapat berubah apabila eskalasi meluas ke negara lain atau melibatkan kekuatan nuklir secara aktif.

“Untuk saat ini, para pemimpin dunia besar secara umum masih cenderung mendukung de-eskalasi dan negosiasi terbatas, bukan langsung terjerumus ke perang global,” katanya.

About Author

Ahmad Khudori

Ahmad Khudori adalah seorang anak muda penyuka kelucuan orang lain, biar terpapar lucu.