Keluarga Hilang Kontak Sebelum Mama Yasinta Muncul di Polda Metro Jaya, Apa yang Terjadi?
Di tengah pemutaran film Pesta Babi, beredar video pernyataan Mama Yasinta (23/5) mengungkapkan kekecewaan terhadap film tersebut. Ia menyebut muka dan suaranya ditampilkan dalam film tanpa izin. Ia juga menyatakan akan mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Papua. Padahal, Mama Yasinta sendiri dikenal aktif menyuarakan isu lingkungan di Papua.
Video itu lantas ramai menuai perhatian. Sebagian orang mengkhawatirkan posisi Mama Yasinta, sebagian lagi menduga ia sedang di bawah intimidasi. Sebelumnya, film Pesta Babi sudah ramai dibicarakan setelah beberapa acara nonton bareng di sejumlah wilayah mendapat intimidasi dan ancaman dari TNI dan Polri.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan Mama Yasinta?

24 Mei 2026: Keluarga Kehilangan Kontak
Berdasarkan video laporan Jubi, keluarga Mama Yasinta mengaku sudah hilang kontak sejak Minggu (24/5). Keluarga menduga saat itu Mama Yasinta diintimidasi karena malamnya ia tidak pulang ke rumah, melainkan menginap di pos TNI Kampung Wogekel, Distrik Ilwayab.
Seninnya (25/5), Mama Yasinta diduga dibawa aparat militer yang bertugas mengamankan PSN di Kampung Wanam dan petugas distrik tanpa sepengetahuan keluarga. Dalam video, keluarga juga menyebutkan beberapa dugaan Mama Yasinta diselundupkan:
- Minggu (24/5): Mama Yasinta diberangkatkan dengan kapal laut menuju Merauke
- Senin (25/5): Dapat kabar kalau Mama Yasinta akan pergi dengan pesawat jet menuju Timika dan Boven Digoel
29 Mei 2025: Ketua LBH Papua Pos Merauke Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Setelah hilang kontak, komunikasi antara Mama Yasinta dan keluarga kembali tersambung lewat salah satu ponsel aparat militer (29/5). Mama Yasinta meminta keluarga untuk mengirimkan beberapa identitas seperti KTP dan KK. Saat itu, keluarga baru mengetahui kalau Mama sudah melaporkan LBH Papua Pos Merauke ke Polda Metro Jaya di Jakarta.
LBH Papua Pos Merauke sendiri merupakan pihak yang memberi pendampingan advokasi pada Mama Yasinta dalam menentang program food estate di Merauke.
“Pulangkan Mama kepada kami. Kami keluarga merasa kehilangan mama. Sampai saat ini kami belum tahu, apakah mama di Jakarta baik-baik saja atau diintimidasi segala macam.”
Menurut keluarga, peristiwa ini adalah sistem yang dibangun oleh oknum-oknum untuk membenturkan masyarakat Papua dalam memperjuangkan tanah adat. Untuk itu keluarga mengimbau masyarakat, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan untuk terus mengawal kasus penyelundupan Mama Yasinta. Selain itu, keluarga juga meminta LPSK supaya bisa membangun komunikasi dengan Mama Yasinta.
Menanggapi video pernyataan Mama Yasinta, Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale selaku sutradara film Pesta Babi, mengatakan mereka menghormati keputusan Mama Yasinta. Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Dandhy juga mengimbau masyarakat untuk tidak menghakimi beliau. Menurutnya, baik masyarakat maupun tim kolaborasi film Pesta Babi, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang sebenarnya dialami Mama Yasinta di Papua sana.
Setelah laporan Mama Yasinta ke Polda Metro Jaya ramai dibicarakan, Mama Yasinta kembali memberikan klarifikasi terkait intimidasi dan ancaman (1/6). Dalam video klarifikasi, mama membantah adanya intimidasi karena film Pesta Babi. Ia mengaku kalau aksinya ke Jakarta dan melaporkan Ketua LBH Papua Pos Merauke merupakan keinginannya sendiri.
Namun, sebagian orang masih mengkhawatirkan keberadaan Mama Yasinta dan mendesak adanya langkah cepat dan transparan untuk mengungkap kondisi serta keberadaan mama Yasinta.
Dalam pernyataan resminya (1/6), Aliansi Selamatkan Tanah Air (SETARA) mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak untuk segera memastikan keberadaan mama Yasinta dan menyampaikan informasi tersebut kepada publik.





















