09/06/2026
Community Update

Satelit N5 Mengudara, Berambisi Perluas Internet hingga Wilayah 3T dan Kemandirian Antariksa

Di balik peluncurannya, satelit ini menandai langkah Indonesia memperkuat kapasitas dan kemandirian industri antariksa nasional.

  • May 20, 2026
  • 3 min read
  • 325 Views
Satelit N5 Mengudara, Berambisi Perluas Internet hingga Wilayah 3T dan Kemandirian Antariksa

Foto: Pasifik Satelit Nusantara

Pada September 2025, Satelit Nusantara Lima (N5) resmi memasuki tahap operasional setelah diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Satelit milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ini disiapkan untuk memperluas akses internet dan memperkuat konektivitas digital di seluruh Indonesia. Fokus utamanya diarahkan ke wilayah 3T, yakni daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses digital.

Kehadiran Satelit N5 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian antariksa nasional. Di tengah kebutuhan internet yang terus meningkat, pengembangan infrastruktur satelit dipandang sebagai salah satu langkah untuk memperluas jangkauan konektivitas di negara kepulauan seperti Indonesia.

Peresmian operasional Satelit N5 dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama sejumlah pejabat negara dan mitra industri. Dalam sambutannya, Meutya menyampaikan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk menghadirkan akses internet yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini, sekitar 80 persen populasi telah terhubung internet, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan akses digital yang layak.

“Kehadiran Satelit N5 menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga tiga pilar utama: terhubung, tumbuh, dan terjaga. Satelit ini diharapkan bisa membantu menghadirkan internet berkualitas tinggi hingga ke wilayah-wilayah terpencil seperti Sabang, Merauke, Rote, dan Miangas,” ujar Meutya dalam rilis resmi yang diterima Magdalene minggu lalu.

Baca juga: Ruang Angkasa Padat, ‘Sampah’ Jatuh dari Langit: Bagaimana Mengatasinya?

Satelit Terbesar di Asia

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut Satelit N5 tidak hanya hadir sebagai proyek teknologi, tetapi juga menjadi simbol penting bagi penguatan kapasitas Indonesia di sektor antariksa. Selain melayani kebutuhan dalam negeri, satelit ini juga diproyeksikan menjangkau pasar regional, termasuk Malaysia dan Filipina. Indonesia sendiri saat ini disebut sebagai pemain terbesar industri satelit internet di Asia dengan total kapasitas mencapai 403 Gbps.

Satelit N5 hadir dengan spesifikasi Very High Throughput Satellite (VHTS) berkapasitas 160 Gbps dan disebut sebagai satelit terbesar di Asia. Satelit berbobot 7,8 ton ini menggunakan platform Boeing 702 MP dengan 101 spot beam pada frekuensi Ka-band. Teknologinya juga dilengkapi sistem propulsi hybrid berbasis kimia dan Xenon-Ion (XIPS) yang diklaim 10 kali lebih efisien dibanding satelit konvensional.

Untuk mendukung operasionalnya, Satelit N5 memiliki tujuh stasiun bumi yang tersebar di Banda Aceh, Bengkulu, Cikarang, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, dan Kupang. Infrastruktur tersebut dibangun untuk memastikan layanan internet berbasis satelit dapat menjangkau wilayah Indonesia bagian barat, tengah, hingga timur yang selama ini masih kesulitan memperoleh akses internet stabil.

President of Boeing Satellite System International Inc Ryan Reid bilang, kolaborasi Boeing dan PSN menjadi langkah penting dalam memanfaatkan teknologi antariksa untuk mempersempit kesenjangan akses internet di Indonesia yang memiliki ribuan pulau.

Baca juga: Niamh Shaw, Perempuan Ilmuwan Serba Bisa yang Ingin Selamatkan Bumi

Dorong Industri Teknologi dalam Negeri

Di saat yang sama, PSN juga memperkenalkan Cerdiq, perangkat internet berbasis satelit yang dikembangkan tim riset internal perusahaan. Produk ini dirancang dengan konsep ringan dan sederhana serta akan memanfaatkan konektivitas Satelit N5.

Kehadiran Cerdiq disebut menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri teknologi dalam negeri sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal atau TKDN. Langkah tersebut juga menandai upaya memperkuat ekosistem teknologi nasional yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pengembangan produk pendukung.

Lewat operasional Satelit N5, PSN berharap Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi antariksa. Di saat bersamaan, perusahaan juga menargetkan penguatan kapasitas nasional agar Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam industri antariksa regional.

About Author

Magdalene