09/06/2026
Issues

Israel Tangkap WNI dalam Misi Bantuan ke Palestina, Empat Di Antaranya Jurnalis

Kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 mengalami intersepsi dari militer Israel. Lima WNI jadi tawanan dan empat di antaranya adalah jurnalis.

  • May 19, 2026
  • 3 min read
  • 373 Views
Israel Tangkap WNI dalam Misi Bantuan ke Palestina, Empat Di Antaranya Jurnalis

Foto: International Federation of Journalists (IFJ)

Lima warga negara indonesia (WNI) dilaporkan berada dalam rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang mengalami intersepsi dari militer Israel. Dari laporan detik.com, kejadian ini terjadi pada (18/5), di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur. 

Dari lima WNI tersebut, dilansir dari sumber yang sama, empat di antaranya diketahui berprofesi sebagai jurnalis. Informasi itu disampaikan Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandi, di kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan (18/5). Mereka adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono yang berada di kapal Bolarize; jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo; jurnalis Republika Thoudy Badai; serta jurnalis iNews Heru Rahendro yang berada di kapal Ozgurluk.

Merespons hal ini, Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Stevy Maradona, menyebut Republika mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan zionis terhadap kapal Sumud Flotilla. Stevy bilang, hal ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Ia pun menyebut semua relawan yang tergabung hanya menjalankan misi kemanusiaan

Baca juga: Israel Menyadap Flotilla dan Menangkap Aktivis: Apa Saja yang Terjadi?

“Para relawan datang tidak membawa senjata, melainkan bantuan untuk korban di Gaza yang selama bertahun-tahun mengalami agresi. Republika berdiri bersama korban terdampak,” kata Stevy kepada Magdalene (19/5).

Sikap serupa disampaikan Dewan Pers. Dalam pernyataan yang diterima Magdalene, lembaga tersebut mengecam tindakan pencegatan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia beserta awak sipil lainnya. Dewan Pers juga mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan para jurnalis dan warga sipil yang kini ditahan Israel.

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lampung, Dian Wahyu Kusuma, mengatakan keluarga Andre Prasetyo telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Ia menyebut orang tua Andre kini tergabung dalam grup daring keluarga relawan untuk memperoleh perkembangan terbaru. Namun, akses informasi dari wilayah konflik masih terbatas.

“Kasus ini jadi perhatian penuh bagi kami, tetapi akses ke wilayah konflik memang sangat terbatas sehingga pembaruan informasinya juga terbatas,” ujar Dian kepada Magdalene.

Corporate Secretary Tempo Inti Media Tbk, Jajang Jamaludin, juga menyatakan bahwa keselamatan jurnalis menjadi perhatian utama perusahaan. Saat ini, pihak Tempo disebut masih melengkapi informasi dan terus berkoordinasi dengan GPCI untuk memantau kondisi para WNI yang ditahan.

Baca juga: Madleen Kullab: Nama Perempuan Gaza Inspirasi Kapal Freedom Flotilla

Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri Indonesia telah berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan RI, termasuk KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul. Mengutip detik.com, Kemlu juga menyiapkan langkah antisipatif berupa penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) jika paspor para WNI disita.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi, memverifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Perwakilan RI terkait senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas setempat,” kata Yvonne kepada detik.com (19/5).

About Author

Syifa Maulida

Syifa adalah lulusan Psikologi dan Kajian Gender UI yang punya ketertarikan pada isu gender dan kesehatan mental. Suka ngopi terutama iced coffee latte (tanpa gula).