07/07/2026
Community Update

P&G Health Gandeng Kampus Siapkan Generasi Apoteker Masa Depan

P&G Health Indonesia menggandeng Unika Atma Jaya dan Unpad untuk menghadirkan pembelajaran farmasi yang lebih aplikatif dan dekat dengan kebutuhan pasien di lapangan.

  • May 12, 2026
  • 3 min read
  • 441 Views
P&G Health Gandeng Kampus Siapkan Generasi Apoteker Masa Depan

Pada 4 Mei lalu, P&G Health Indonesia menggandeng Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Universitas Padjadjaran melalui Program Studi Profesi Apoteker untuk memperkuat kesiapan calon apoteker menghadapi kebutuhan nyata di dunia kesehatan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Kerja sama tersebut hadir di tengah perubahan peran apoteker yang kini tak lagi sekadar menjadi “penyedia obat”. Apoteker juga dituntut berperan sebagai mitra kesehatan yang aktif mengedukasi pasien dan memastikan penggunaan obat berlangsung tepat serta aman. Kondisi ini membuat kebutuhan pembelajaran yang lebih aplikatif semakin penting dalam pendidikan farmasi.

Lewat kolaborasi jangka panjang ini, P&G Health Indonesia bersama kedua kampus ingin membekali mahasiswa profesi apoteker, alumni, dan tenaga kesehatan lainnya dengan materi pembelajaran yang lebih relevan dengan situasi di lapangan. Fokus pembelajaran mencakup berbagai isu kesehatan yang umum ditemui masyarakat, mulai dari anemia, rhinitis akut, hingga neuropati perifer.

Brand Director Health Care P&G Indonesia, Caroline Herlina, mengatakan kolaborasi ini dibuat untuk menjembatani pembelajaran akademik dengan praktik nyata sehari-hari.

“Apoteker punya peran penting dalam memastikan pasien mendapatkan edukasi dan informasi pengobatan yang benar. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali pemahaman yang lebih dekat dengan kebutuhan pasien di dunia nyata,” ujar Carolina.

Baca juga: Vespa Primavera dan Sprint 180 Meluncur: Lebih Bertenaga, Terhubung, dan Ikonik

Pembelajaran Farmasi Dibuat Lebih Dekat dengan Kondisi Lapangan

Program ini dijalankan melalui berbagai metode pembelajaran, seperti e-learning, video edukasi, e-book, hingga buku cetak. Pendekatan tersebut digunakan agar mahasiswa profesi apoteker dapat memahami penerapan ilmu farmasi secara lebih dekat dengan praktik layanan kesehatan sehari-hari.

Di Unika Atma Jaya, program digital tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 500 peserta hingga Juni 2026, termasuk mahasiswa dan alumni profesi apoteker. Dekan Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya, Felicia Kurniawan, menyebut pendekatan ini membantu mahasiswa memahami bagaimana ilmu farmasi diterapkan langsung saat menghadapi pasien.

Sementara itu, di Unpad, kolaborasi dimulai lewat program e-learning bertema “Patient Counseling & Rational Use of Oxymetazoline” yang berfokus pada penanganan rhinitis akut. Dekan Fakultas Farmasi Unpad, Auliya A. Suwantika, berharap kerja sama ini nantinya dapat berkembang ke bidang riset dan edukasi masyarakat yang lebih luas.

Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ikatan Apoteker Indonesia dan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Ketua Umum IAI, Noffrendi Roestam, menilai penguatan kompetensi apoteker lewat pembelajaran yang lebih aplikatif semakin dibutuhkan di tengah perkembangan layanan kesehatan.

Baca juga: Jotun Ajak Keluarga Hadirkan Hangatnya Kebersamaan dari Dalam Hunian

Hal serupa disampaikan Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, yang menekankan pentingnya sinergi antara industri, akademisi, dan pemerintah dalam membangun ekosistem kesehatan berbasis riset dengan tetap mengutamakan keamanan, mutu, dan manfaat bagi masyarakat.

Ke depan, P&G Health Indonesia berkomitmen memperluas program ini melalui pengembangan modul pembelajaran lanjutan, kolaborasi riset, dan edukasi masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu melahirkan generasi apoteker yang lebih siap, adaptif, dan mampu memberi dampak nyata bagi kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

About Author

Magdalene