Women Lead
November 12, 2021

4 Cara Gunakan Media Sosial Secara Lebih Bijak

Berikut ini sejumlah tips yang bisa kamu ikuti untuk menggunakan media sosial dengan lebih bijak sehingga mendapat banyak pengalaman positif.

by Lisa Tang dan Stephanie K. Nishi
Lifestyle
Social Media Activism 60 Thumbnail, Magdalene
Share:

Pernahkah terlintas di benak kamu tentang beragam cara media sosial terjalin dalam kehidupan sehari-hari kita? Ini semakin nyata kita alami selama setahun terakhir; media sosial terbukti menjadi alat komunikasi penting untuk berhubungan dengan keluarga dan teman, menyediakan dukungan sosial lewat komunitas daring, dan mendapat jawaban cepat dari pertanyaan mendesak rekan kita.

Di dunia, sebelum pandemi, diperkirakan 3,4 miliar orang menggunakan media sosial dan angka ini terus meningkat tiap tahunnya. Namun, cara kita menggunakan media sosial dapat menentukan apakah kita akan mendapatkan dampak positif atau negatif dalam hidup kita.

Penelitian tentang penggunaan media sosial termasuk di kalangan remaja dan dewasa menunjukkan hubungan positif, misalnya adanya rasa ikatan dengan pengguna lain dan akses pada informasi. Namun, akibat negatif terkait kesehatan mental, termasuk depresi dan gangguan kecemasan, juga ditemukan.

Baca juga: Bebas di Media Sosial Meski Dipantau Keluarga, Mungkinkah?

Penelitian kami fokus pada bagaimana teknologi digital mempengaruhi perilaku manusia, dan bagaimana kita bisa menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan kesehatan kita.

Perbandingan sosial dan media sosial

Ungkapan “comparison is the thief of joy” (membanding-bandingkan akan merusak kegembiraan) berlaku juga di penggunaan media sosial. Peneliti telah menemukan hubungan antara penggunaan media sosial dan FOMO (fear of missing out atau takut ketinggalan) dan pembandingan sosial.

Karena media sosial adalah sesuatu yang relatif baru, penelitian terkait penggunaan teknologi digital ini untuk kesehatan juga baru muncul. Misalnya, ada riset menarik yang mendalami penggunaan media sosial dalam bentuk aplikasi interaktif (apps) untuk berkomunikasi dan mendukung orang-orang meraih target-target pribadi dan menjaga kesehatan jiwa dan raga.

Karena COVID-19 memicu peningkatan masalah kesehatan mental, maka penting agar kita menjadi pengguna media sosial yang sadar agar bisa menggunakannya secara positif dan efektif.

Tips untuk Main Media Sosial dengan Bijak

Berdasarkan pada apa yang kami ketahui dari penelitian-penelitian yang sudah ada, ada cara-cara yang kita bisa lakukan saat ini untuk membantu mengelola media sosial dalam hidup kita.

  1. Pengingat waktu sosial:Gunakan timeratau aplikasi penghitung waktu untuk membatasi penggunaan media sosial berlebihan. Alat bantu ini bermanfaat untuk kesehatan mental karena penelitian menunjukkan bahwa membatasi penggunaan media sosial tidak lebih dari 30 menit sehari dapat mengurangi perasaan kesepian dan depresi. Hal ini bisa kita lakukan sesederhana dengan memasang pengingat, atau menggunakan aplikasi seperti Forest atau Space.

Menetapkan pembatasan penggunaan media sosial dapat meningkatkan produktivitas juga - media sosial dapat menjadi pengganggu dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan tugas-tugas akademik.

  1. Aktivitas sosial:Ingatlah untuk tidak terus-menerus menatap layar. Salah satu cara adalah mengubah pengaturan dan mematikan notifikasi aplikasi, menyembunyikan aplikasi di dalam folder, atau bahkan menghapus aplikasi.

Baca juga: 5 Pemikiran Patriarkal Cowok-cowok Muda di Media Sosial

Terapkan kegiatan bebas-dari-layar lewat kegiatan fisik reguler, yang juga membantu mencegah ketergantungan pada media sosial. Meningkatkan kegiatan fisik dan menghabiskan lebih banyak waktu aktif di luar ruang juga dapat membantu mengurangi stres dan depresi.

  1. Cemilan sosial:Ini bukan tentang menikmati cemilan sambil menelusuri media sosial! Jika makanan dapat digolongkan pada makanan tinggi nutrisi (misalnya apel dan wortel) yang baik untuk tubuh, dan makanan rendah nutrisi (misalnya gorengan dan permen) yang tidak begitu baik bagi tubuh, maka media sosial dapat kita golongkan secara serupa: Ada kegiatan media sosial yangbaik untuk kita dan ada yang tidak baik.

Usahakan untuk menggunakan media sosial dengan cara yang memberikan kita perasaan positif atau punya tujuan berguna. Penggunaan media sosial yang produktif dan positif misalnya untuk berkomunikasi dengan teman-teman dan keluarga yang suportif, atau untuk mencari informasi berguna. Sebelum berinteraksi di media sosial, berhati-hatilah agar tidak berbagi berlebihan (overshare) atau membuat postingan di saat cemas atau stres karena dapat mengakibatkan pengalaman media sosial yang negatif.

  1. Pertanggungjawaban sosial:Kita perlu bertanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain atas penggunaan media sosial kita. Ini bisa berarti meminta bantuan keluarga, teman, dan rekan kerja yang kita percayai untuk membantu mengingatkan kita jika kita sibuk dengan layar ponsel saat bersama mereka. Atau, kita bisa juga memanfaatkan aplikasi pengawasan media sosial di ponsel kita untuk menentukan tujuan-tujuan kita dalam bermedia sosial dan menggunakan aplikasi untuk mencatat kemajuan kita.

Kita perlu menganggap media sosial sebagai sebuah alat yang memerlukan sedikit pelatihan agar kita dapat menggunakannya dengan baik. Dengan mencari strategi yang sesuai dengan kita untuk mengelola penggunaannya, kita bisa mendapatkan hubungan yang positif dan sehat lewat media sosial.

Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh The Conversation, sumber berita dan analisis yang independen dari akademisi dan komunitas peneliti yang disalurkan langsung pada masyarakat.

Lisa Tang adalah kandidat Ph.D. bidangFamily Relations and Applied Nutrition, University of Guelph. Stephanie K. Nishi adalah postdoctoral fellow / visiting lecturer, Universitat Rovira i Virgili.