07/07/2026
Issues

Solidaritas “Dari Warga untuk Andrie Yunus”: Suarakan Krisis Ekologi dan Demokrasi di Indonesia

Sejumlah musisi dan aktivis menggelar konser solidaritas “Dari Warga untuk Andrie Yunus” di M Bloc Live House. Acara ini diselenggarakan sebagai wujud solidaritas masyarakat dalam kasus Andrie.

  • April 29, 2026
  • 2 min read
  • 313 Views
Solidaritas “Dari Warga untuk Andrie Yunus”: Suarakan Krisis Ekologi dan Demokrasi di Indonesia

Foto: Konser Solidaritas

Sejumlah musisi dan aktivis menggelar konser bertajuk “Dari Warga untuk Andrie Yunus” di M Bloc Live House (27/4). Konser ini jadi wujud solidaritas kepada Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, yang disiram air keras pada Maret lalu.

Acara ini diisi dengan pemutaran film Pesta Babi, pameran mural, konferensi pers perkembangan kasus Andrie Yunus, lalu ditutup dengan penampilan musik dari Efek Rumah Kaca, Banda Neira, Down For Life, Usman and The Blackstones feat. Gugun Blues Shelter, Fajar Merah dan musisi lainnya.

Baca juga: Polisi Limpahkan Kasus Andrie Yunus ke Puspom TNI, TAUD: Ini Keliru, Tidak Ada Dasar Hukum

Sebelum penampilan musik dimulai, para musisi membacakan pernyataan dalam rangka solidaritas dan Hari Bumi 2026: 

Krisis ekologi dan krisis demokrasi di Indonesia adalah dua wajah konsekuensi dari satu kegagalan sistem yang sama.

Mereka juga bersuara kritis soal isu lingkungan. Dari perluasan peran militer dalam ranah sipil dan pengelolaan sumber daya, serta isu sosial-politik lainnya menghadapi serangan. 

“Kami mendesak negara untuk menuntaskan kasus Andrie Yunus hingga ke dalang intelektualnya beserta kasus serangan terhadap pembela HAM yang lain, dan memperbaiki kebijakan-kebijakan strategis yang relevan dengan penghidupan dan pengalaman keseharian masyarakat terutama generasi muda dalam memperoleh pekerjaan layak, pendidikan, kesehatan fisik maupun mental, serta akses perumahan,” kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia.

Salah satu penampil musik Ananda Badudu, vokalis Banda Neira, sempat ngobrol dengan Andrie Yunus ketika menjenguk di rumah sakit. Ia bercerita kalau Andrie khawatir kejadian yang menimpa dirinya justru membuat teman-teman takut. 

Baca juga: Aktivis KontraS Disiram Air Keras Usai Isi Podcast Remiliterisasi, Teror Suara Kritis?

“Dia takut serangan itu bikin teman-teman takut. Bikin teman-teman enggan bersuara, enggan bergerak. Itu salah satu hal yang dia khawatirkan.” 

Kehadiran teman-teman yang hadir di konser solidaritas ini jadi bukti bagi Andrie bahwa kita semua bukan takut, tapi justru semakin berani.

Ananda Badudu juga bilang peradilan militer yang akan dimulai Rabu (29/4) besok belum final. Ia juga menambahkan pesan dari Dimas Bagus Arya, Koordinator KontraS, kalau ada temuan tambahan atau bukti-bukti yang menguatkan, itu bisa didorong ke peradilan pidana umum. 

“Jadi, walaupun peradilan militer akan dimulai, tidaak berarti kampanye kita selesai, tidak berarti gerakan kita selesai.” 

About Author

Amanda Andina Nugroho

Amanda adalah seorang Pecinta guguk, paling gemes sama corgy. Suka baca buku fiksi dan jalan-jalan tapi malah uangnya yang jalan-jalan.