5 Artikel Pilihan: Intimidasi Suma UI, hingga Review Drakor ‘Teach You a Lesson’
1. Intimidasi Suma UI, Payung Hukum bagi Pers Mahasiswa Makin Mendesak
*Peringatan Pemicu: Artikel ini melampirkan kronologi intimidasi Suma UI yang mungkin memicu perasaan tidak nyaman.
Bayang-bayang intimidasi kembali menghantui lembaga pers mahasiswa. Serangkaian tindakan penyebaran data pribadi (doxxing), teror panggilan dan pesan ancaman, pelecehan verbal, ujaran kebencian, hingga penguntitan menyasar jurnalis Pers Suara Mahasiswa UI (Suma UI) setelah mereka mengunggah konten terkait intimidasi terhadap kelompok kwir dalam Bulan Kebanggaan.
Dalam unggahannya, Suma UI menyoroti kasus persekusi pasangan gay di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Mereka menilai tindakan tersebut bertentangan dengan sila kedua Pancasila, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab.
Baca artikel selengkapnya di sini.
2. Saat Tentara dan Polisi Isi Jabatan Sipil: Dejavu Dwifungsi ABRI?
Pembahasan Rancangan Undang-Undang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menuai perhatian publik. Salah satu poin yang ramai diperbincangkan adalah aturan yang memungkinkan anggota Polri menduduki jabatan di luar institusi kepolisian tanpa harus mengundurkan diri.
Menyadur Kompas.com, ketentuan tersebut tertuang dalam usulan Pasal 28A ayat (3) dan ayat (4) yang dibahas dalam rapat Panitia Kerja (Panja) RUU Polri dan disepakati Komisi III DPR RI. Dalam klausul itu, anggota kepolisian dapat mengisi jabatan di luar organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia selama memiliki keterkaitan dengan fungsi kepolisian.
Baca artikel selengkapnya di sini.
3. Di Balik Sosok Ibu dalam ‘Teach You a Lesson’, Ke Mana Peran Ayah?
Serial Korea Selatan Teach You a Lesson menampilkan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah. Dalam 10 episodenya, serial ini mengangkat kasus yang berbeda-beda, mulai dari perundungan, penyalahgunaan kekuasaan, tekanan akademik, diskriminasi berdasarkan status sosial, hingga perilaku remaja yang berujung pada tindak kriminal. Meski setiap episode berdiri dengan konfliknya sendiri, semuanya terhubung melalui tokoh-tokoh utama yang berusaha melindungi guru dan murid dari berbagai bentuk ketidakadilan di dunia pendidikan.
Salah satu kekuatan serial ini adalah keberaniannya mengangkat persoalan yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak isu yang ditampilkan tidak hanya relevan di Korea Selatan, tetapi juga mudah dikenali di Indonesia: tekanan orang tua terhadap prestasi anak, pengaruh perjudian daring terhadap remaja, hingga dilema hukum ketika pelaku kekerasan masih berusia di bawah umur.
Simak artikelnya di sini.
4. Olivia Rodrigo and the Expiration Date of Female Likeability
The older Olivia Rodrigo gets, the more the backlash grows. And the more it grows, the more I find myself asking: do people like a young woman, or only the version of her that makes them feel comfortable?
There was a time when it felt nearly impossible not to like Olivia Rodrigo. At least, that was how it looked from my corner of the internet.
When SOUR was released in 2021, Rodrigo quickly became one of the most beloved young stars in pop music. Her songs about heartbreak resonated with millions of listeners, especially young women who saw their own experiences reflected in tracks like “drivers license” and “traitor.” She was successful enough to dominate the charts, yet relatable enough to avoid the resentment often directed at female celebrities.
Baca artikel lengkapnya di sini.
5. Ulasan ‘Senjata Kami adalah Upacara Adat’: Kala Perempuan Adat Melawan
Peringatan: Spoiler!
Deru mesin ekskavator memecah keheningan lembah Mollo, Nusa Tenggara Timur. Debu putih dari bongkahan marmer beterbangan, menjadi penanda kerusakan ekologis yang enggak pernah terjadi sebelumnya. Bentang alam yang selama ini menyatu dengan kehidupan masyarakat adat perlahan berubah menjadi kawasan tambang.
Bagi perusahaan tambang, gunung-gunung karst itu tak lebih dari komoditas bernilai tinggi. Namun, bagi masyarakat adat Mollo, setiap pahatan alat berat pada batuan tersebut adalah luka yang merobek ruang hidup sekaligus situs suci leluhur mereka. Dari benturan dua cara pandang itulah perlawanan kemudian lahir.
Baca artikel selengkapnya di sini.




















