19/09/2026
Issues

5 Artikel Pilihan: Macklemore Didepak oleh Ed Sheeran, ‘Mindfulness’, hingga Review Buku “Kisah 1001 Tanya’

Redaksi Magdalene merangkum lima berita pilihan untuk pekan ini mulai dari Macklemore yang didepak dari tur Ed Sheeran, hingga ‘mindfulness’ dari Maudy Ayunda.

  • September 18, 2026
  • 3 min read
  • 96 Views
5 Artikel Pilihan: Macklemore Didepak oleh Ed Sheeran, ‘Mindfulness’, hingga Review Buku “Kisah 1001 Tanya’

1.  Macklemore Didepak dari Tur Ed Sheeran, Empat Musisi Ikut Mundur

Macklemore resmi dikeluarkan dari daftar penampil pembuka (opening act) Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat (14/9). Hal itu terjadi tak lama usai mereka menyuarakan dukungan untuk Palestina dan menolak genosida di Gaza saat tampil di atas panggung. Keputusan tersebut diambil promotor setelah sejumlah pemilik stadion menyatakan keberatan atas kehadiran rapper asal Seattle itu.

Keputusan mengeluarkan Macklemore kemudian memicu reaksi dari musisi lain yang terlibat dalam tour. Empat musisi, termasuk Beoga yang menjadi band pengiring utama Ed Sheeran, memutuskan mundur dari sisa jadwal konser sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore dan Palestina.

Baca artikel selengkapnya di sini

2.  Dear Maudy, Tidak Ada Berita Baik yang Dihasilkan dari Realitas Buruk

“Kita ingin terus up-to-date, kita ingin terus concern, dan tahu apa sih yang terjadi, dan kita ingin terus peduli. Tapi di sisi lain kita mungkin juga ada elemen gimana, how we do protect our sanity?” kata Maudy Ayunda dalam video berjudul Mindfulness in the age of bad news” di akun YouTubenya (21/8).

Beranjak dari situ, Maudy membagikan tips untuk melindungi kesehatan mental di tengah bombardir ‘berita buruk’. Ia bicara tentang mengonsumsinya hanya di waktu-waktu tertentu, mengurangi sumber informasi, hingga melakukan kegiatan sehat seperti membaca buku dan berinteraksi secara langsung dengan manusia lain.

Baca artikel selengkapnya di sini.  

3. Ibu-Ibu Pro ASI, Tolong Jangan Hakimi Aku!

Debat kusir antara komunitas Pro-ASI dengan Ibu Sufor di linimasa Threads jujur triggering untukku. Ibu Sufor sering kali dilihat sebagai perempuan malas—malas pumping, malas menyusui, tidak telaten, atau hanya mau hasil instan saja. Ibu Sufor hanya dilihat sebagai budak korporasi besar produsen susu, tidak kritis, dan tidak cukup pintar untuk tahu bahwa di dalam ASI terdapat kandungan vitamin dan mineral yang tak tergantikan.

Sakit rasanya membaca itu, karena pengalamanku sebagai Ibu Sufor mungkin tak sama seperti narasi yang tersebar di Threads. Aku terpaksa.

Simak artikelnya di sini

4.3 Tips ‘Parenting’ Sederhana untuk Cegah Anak Terpapar Ideologi Incel

Serial Adolescence yang dirilis pada 2025 silam banyak membuka percakapan terkait involuntary celibate (incel) yang kian marak di internet.

Mengutip laporan Magdalene, incel merupakan komunitas di internet yang membenci perempuan karena meyakini dirinya tidak cukup menarik atau “sempurna” untuk mendapatkan perhatian perempuan. Mereka ramai-ramai menyalahkan dan menganggap perempuan sebagai penyebab utama dari segala masalah yang mereka hadapi.

Baca artikel lengkapnya di sini

5. Mari Bertanya seperti Anak Kecil lewat Buku ‘Kisah 1001 Tanya’

Rasa ingin tahu merupakan bagian yang lekat dengan masa kanak-kanak, ketika berbagai hal sederhana di sekitar bisa memunculkan pertanyaan tanpa ujung. Anak-anak dapat bertanya mengapa populasi manusia begitu banyak di dunia, mengapa manusia yang memimpin Bumi, bukan hewan, atau mengapa manusia lebih sering memelihara anjing dan kucing dibandingkan hewan lain. Pertanyaan semacam itu juga bisa menyentuh hal-hal sehari-hari, seperti alasan anak-anak memiliki jam tidur malam yang ketat sementara orang dewasa lebih bebas menentukan waktu tidurnya sendiri.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan cara anak memandang dunia tanpa selalu merasa perlu menemukan jawaban yang praktis. Rasa ingin tahu mendorong mereka untuk terus menggali penjelasan, bahkan ketika pertanyaan yang muncul terdengar sederhana atau sulit dijawab. Namun, memasuki usia dewasa, pertanyaan semacam itu perlahan dapat bergeser menjadi persoalan yang lebih pragmatis dan berkaitan dengan kebutuhan hidup.

Baca artikel selengkapnya di sini.

About Author

Magdalene

.

Royal ID adalah kunci utama akunmu. Di situs top up royal dream yang benar, Royal ID hanya dipakai untuk mengirim koin ke karakter yang tepat, bukan untuk mengakses akun. Tidak ada alasan bagi layanan mana pun untuk meminta password, PIN, atau kode OTP yang kamu terima lewat SMS. Kalau ada yang meminta hal itu, itu tanda bahaya dan sebaiknya segera ditinggalkan.