10/07/2026
Culture Screen Raves

5 Film Dokumenter Atlet Perempuan yang Mengangkat Isu Kesetaraan dan Mental Atlet

Perjalanan atlet perempuan tidak hanya soal menang dan kalah di arena pertandingan. Lewat lima film dokumenter ini, kamu bisa melihat kisah tentang kesetaraan, kesehatan mental, diskriminasi, hingga perjuangan menghadapi berbagai tantangan di dunia olahraga.

  • July 9, 2026
  • 5 min read
  • 26 Views
5 Film Dokumenter Atlet Perempuan yang Mengangkat Isu Kesetaraan dan Mental Atlet

Cerita tentang atlet perempuan sering kali tidak berhenti di podium atau perolehan medali. Di balik prestasi yang terlihat publik, ada pengalaman tentang diskriminasi, keterbatasan akses, kesehatan mental, hingga perjuangan memperoleh kesempatan yang setara dalam dunia olahraga. Berbagai isu tersebut menjadi tema yang banyak diangkat dalam film dokumenter, sehingga penonton dapat melihat sisi lain kehidupan para atlet yang jarang muncul dalam pemberitaan pertandingan.

Dokumenter olahraga juga memberikan gambaran bahwa perjalanan atlet perempuan tidak hanya dipengaruhi kemampuan fisik, tetapi juga faktor sosial, budaya, dan kebijakan di lingkungan olahraga. Karena itu, banyak dokumenter yang menggabungkan arsip pertandingan, wawancara, hingga liputan investigasi untuk menjelaskan konteks yang lebih luas di balik sebuah prestasi.

Berikut beberapa film dokumenter tentang atlet perempuan yang mengangkat berbagai isu tersebut.

Baca Juga: Menjual Perempuan dalam Berita Olahraga

Rising Phoenix (2020)

Rising Phoenix merupakan dokumenter yang mengangkat sejarah perkembangan Paralympic Games sekaligus mengikuti perjalanan sejumlah atlet penyandang disabilitas dari berbagai negara. Film produksi Netflix ini memperlihatkan bagaimana olahraga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan, pembentukan identitas, dan perjuangan memperoleh kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Menurut International Paralympic Committee dalam artikel Paralympic Film Rising Phoenix Premieres Globally on Netflix, dokumenter ini menampilkan kisah sembilan atlet Paralimpiade serta menjelaskan bagaimana Paralimpiade berkembang menjadi salah satu ajang olahraga terbesar di dunia bagi penyandang disabilitas. Artikel tersebut juga menjelaskan bahwa film ini dibuat untuk memperkenalkan sejarah dan nilai-nilai Paralimpiade kepada masyarakat yang lebih luas.

Selain menyoroti sejarah Paralimpiade, Rising Phoenix juga memperlihatkan pengalaman atlet perempuan yang menghadapi tantangan berlapis, mulai dari keterbatasan fisik hingga stigma terhadap perempuan penyandang disabilitas dalam dunia olahraga. Dokumenter ini menunjukkan bahwa perjuangan mereka tidak hanya berlangsung saat bertanding, tetapi juga ketika memperjuangkan akses, representasi, dan kesempatan yang setara.

Athlete A (2020)

Berbeda dengan Rising Phoenix, Athlete A mengangkat kasus pelecehan seksual yang mengguncang dunia senam Amerika Serikat. Dokumenter ini mengikuti investigasi yang dilakukan surat kabar The Indianapolis Star terhadap mantan dokter tim nasional senam Amerika Serikat, Larry Nassar.

Berdasarkan sinopsis resmi Netflix, Athlete A menampilkan proses investigasi jurnalistik sekaligus kesaksian sejumlah atlet yang melaporkan dugaan pelecehan seksual. Salah satu atlet yang menjadi sorotan adalah Maggie Nichols, yang dikenal sebagai “Athlete A” setelah menjadi salah satu pesenam pertama yang melaporkan dugaan pelecehan tersebut.

Dokumenter ini juga menjelaskan bagaimana proses investigasi media berkontribusi dalam mengungkap kasus yang kemudian melibatkan ratusan korban. Selain membahas proses hukum terhadap Larry Nassar, film ini memperlihatkan bagaimana sistem dalam organisasi olahraga menjadi bagian dari perhatian publik setelah laporan para atlet mulai terungkap.

Melalui kombinasi arsip, wawancara, dan liputan investigasi, Athlete A memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi atlet perempuan ketika menyampaikan laporan dugaan kekerasan seksual di lingkungan olahraga profesional.

Baca Juga: Sejarah Sepak Bola Perempuan: Dari Larangan ke Piala Dunia Perempuan

Icarus (2017)

Meski tidak berfokus secara khusus pada atlet perempuan, Icarus menjadi salah satu dokumenter olahraga yang relevan untuk memahami tantangan yang dihadapi atlet di berbagai cabang olahraga. Film ini bermula dari eksperimen pembuat film Bryan Fogel yang ingin mengetahui bagaimana sistem tes doping bekerja dalam olahraga profesional. Namun, penyelidikan tersebut berkembang menjadi pengungkapan skandal doping sistematis yang melibatkan Rusia.

Menurut Netflix dalam sinopsis resmi Icarus, dokumenter ini mengikuti perjalanan Bryan Fogel bersama Grigory Rodchenkov, mantan kepala laboratorium antidoping Rusia yang kemudian mengungkap praktik manipulasi hasil tes doping. Kesaksiannya turut menjadi bagian penting dalam penyelidikan internasional mengenai pelanggaran aturan antidoping.

Kasus yang diangkat dalam Icarus tidak hanya berdampak pada atlet laki-laki, tetapi juga atlet perempuan yang berkompetisi di berbagai ajang internasional. Dokumenter ini memperlihatkan bagaimana tekanan untuk meraih prestasi dapat memengaruhi sistem olahraga secara lebih luas, termasuk proses pengawasan, integritas kompetisi, dan perlindungan terhadap atlet yang memilih mengikuti aturan.

The Edge (2019)

The Edge mendokumentasikan perjalanan tim kriket Inggris yang berhasil mencapai peringkat pertama dunia pada periode 2009–2013. Di balik pencapaian tersebut, film ini juga membahas tekanan psikologis yang muncul selama para atlet menjalani kompetisi di level tertinggi.

Menurut BFI (British Film Institute) dalam informasi film The Edge, dokumenter ini memadukan rekaman pertandingan, wawancara, dan refleksi para pemain untuk menggambarkan dinamika di balik kesuksesan tim nasional Inggris. Film tersebut juga menyoroti bagaimana tekanan kompetisi dapat memengaruhi kondisi mental atlet.

Meski berfokus pada tim laki-laki, tema yang diangkat dalam The Edge relevan dengan pembahasan mengenai atlet perempuan. Isu seperti kesehatan mental, tekanan mempertahankan performa, dan ekspektasi publik juga menjadi perhatian dalam berbagai cabang olahraga yang diikuti perempuan. Karena itu, dokumenter ini kerap dijadikan salah satu referensi untuk memahami pentingnya dukungan psikologis dalam dunia olahraga profesional.

Baca juga: Pembatasan Level Testosteron pada Atlet Perempuan Munculkan Diskriminasi

Sisters on Track (2021)

Sisters on Track mengikuti perjalanan tiga bersaudara, Tai Sheppard, Rainn Sheppard, dan Brooke Sheppard, yang menekuni olahraga atletik sejak usia muda di Brooklyn, Amerika Serikat. Selain mengisahkan perjalanan mereka sebagai atlet, dokumenter ini juga memperlihatkan tantangan ekonomi dan kehidupan keluarga yang mereka hadapi.

Berdasarkan sinopsis resmi Netflix, dokumenter ini mengikuti kehidupan ketiga bersaudara tersebut selama beberapa tahun, mulai dari persiapan menghadapi kompetisi atletik hingga upaya keluarga mereka memperoleh tempat tinggal yang lebih layak. Cerita tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menjadi atlet sering kali dipengaruhi oleh kondisi sosial dan ekonomi di luar arena pertandingan.

Film ini juga menyoroti peran keluarga, pelatih, dan komunitas dalam mendukung perkembangan atlet muda. Dalam pemberitaan Sports Illustrated Kids, ketiga bersaudara Sheppard sebelumnya dikenal sebagai SportsKids of the Year, penghargaan yang diberikan kepada atlet muda yang dinilai memberikan dampak positif melalui prestasi dan ketekunan mereka.

Melalui kisah keluarga Sheppard, Sisters on Track memperlihatkan bahwa kesempatan untuk berkembang dalam olahraga tidak selalu dimiliki setiap atlet secara setara. Faktor lingkungan, akses terhadap pendidikan, dan dukungan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan mereka menuju kompetisi tingkat nasional.

Artikel ini diproduksi atau disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mencari referensi. Ide tulisan, fakta, data, dan informasi di dalamnya telah melalui proses verifikasi dan penyuntingan redaksi.

About Author

Kevin

Kevin merupakan SEO Specialist di Magdalene, yang sekarang bercita-cita ingin menjadi dog walker.