12/06/2026
Issues

5 Artikel Pilihan: Israel Tangkap 4 WNI di Perairan Internasional, Tim Pemburu Begal, hingga Rupiah Melemah

Redaksi Magdalene merangkum lima berita pilihan untuk pekan ini, penangkapan Israel tangkap 4 WNI, hingga tim pemburu begal dari Polda Metro Jaya.

  • May 23, 2026
  • 3 min read
  • 479 Views
5 Artikel Pilihan: Israel Tangkap 4 WNI di Perairan Internasional, Tim Pemburu Begal, hingga Rupiah Melemah

1.  Israel Tangkap WNI dalam Misi Bantuan ke Palestina, Empat Di Antaranya Jurnalis

Lima warga negara indonesia (WNI) dilaporkan berada dalam rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang mengalami intersepsi dari militer Israel. Dari laporan detik.com, kejadian ini terjadi pada (18/5), di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur. 

Dari lima WNI tersebut, dilansir dari sumber yang sama, empat di antaranya diketahui berprofesi sebagai jurnalis. Informasi itu disampaikan Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandi, di kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan (18/5). Mereka adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono yang berada di kapal Bolarize; jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo; jurnalis Republika Thoudy Badai; serta jurnalis iNews Heru Rahendro yang berada di kapal Ozgurluk.

Baca artikel selengkapnya di sini

2.  Yang Perlu Kita Khawatirkan dari Tim Pemburu Begal Bentukan Polda Metro Jaya

Tim Pemburu Begal bentukan Polda Metro Jaya (PMJ) memantik kekhawatiran dari organisasi masyarakat sipil. Pengacara Publik LBH Jakarta Alif Fauzi Nurwidiastomo menerangkan tim inisiasi Polda ini berpotensi tidak menggunakan upaya paksa yang diatur di Kitab Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan meminggirkan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).

Polda Metro Jaya menciptakan Tim Pemburu Begal sebagai respons kasus begal yang viral di media sosial. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Imam Imanudin mengatakan tim ini adalah upaya maksimal Polda Metro Jaya mengatasi kriminalitas jalanan. Tim yang diklaim beraksi 24 jam ini, Imam menjelaskan, ditempatkan di berbagai wilayah. 

Baca artikel selengkapnya di sini.  

3. Setelah 28 Tahun Reformasi, Tubuh Perempuan Masih Jadi Objek Kekerasan Negara

Nama Marsinah terus bergema bahkan setelah 33 tahun kematiannya. Tahun ini, nama itu kembali terdengar bersamaan dengan peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (16/5). Dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan hak asasi manusia (HAM) dan hak-hak buruh.

Momentum itu juga bertepatan dengan peringatan 28 tahun Reformasi. Sebagai salah satu simbol perlawanan terhadap Orde Baru, Marsinah memang lekat dengan sejarah perjuangan reformasi dan gerakan buruh perempuan. Namun menurut Dian Septi, Koordinator Marsinah.id, peresmian museum justru berisiko mengaburkan persoalan utama yang hingga kini belum dituntaskan negara.

Simak artikelnya di sini

4.Prabowo: “Rakyat Desa Tidak Pakai Dolar”, Kenapa Terus ‘Denial’?

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat meresmikan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia menilai situasi masih aman terkendali sehingga masyarakat tidak perlu terlalu cemas meski rupiah telah menembus level Rp17.600 per dolar AS.

Prabowo kemudian menambahkan mayoritas warga pedesaan tidak menggunakan dolar dalam keseharian Karena itu, menurutnya, fluktuasi nilai tukar tersebut tidak terlalu berdampak pada ekonomi masyarakat.

Baca artikel lengkapnya di sini

5. Pindah Berkala Utang ke Utang: Kisah Kelas Menengah dalam Pusaran ‘Pay Later’

Bagi “Via” (bukan nama sebenarnya), 2024 menjadi tahun yang tak terlupakan. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia terpaksa melakukan sesuatu yang sebelumnya tak pernah dibayangkan: Berutang secara daring. Sebagai pekerja lepas di industri hak asasi manusia (HAM), Via sempat menganggur selama enam bulan karena minimnya proyek yang membuka lowongan. Padahal, pekerjaan itulah sumber penghasilannya selama ini.

Tabungannya perlahan habis dipakai bertahan hidup selama tak ada pemasukan. Saat tabungan benar-benar kering, fitur pay later di salah satu aplikasi transportasi menjadi jalan keluar. Utangnya bukan dipakai untuk berfoya-foya, melainkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Baca artikel selengkapnya di sini

About Author

Magdalene