5 Artikel Pilihan: Krisis Ojol di Jakarta, hingga Aktivis KontraS Disiram Air Keras
1. Krisis Ojol yang Sedang Ramai di Jakarta, Apa Sebab dan Solusinya?
Baru-baru ini sejumlah pengguna ojek online (ojol) mengeluhkan sulitnya mendapatkan pengemudi di media sosial. Hal ini juga dirasakan Rika, 39, seorang pekerja di Jakarta. Ia mengaku kesulitan sejak dua hari belakangan. Meski begitu, ia mengaku bisa menunggu ojol 20 hingga 50 menit untuk mendapat driver.
“Di situasi hujan bisa sampai dua jam baru dapat driver. Bener-bener enggak dapet sama sekali, karena orang enggak mau ambil pas lagi hujan. Atau kalau kita dapat tapi bakal di-ghosting, enggak dibatalin, tapi drivernya diem aja enggak gerak, akhirnya gue yang batalin,” tutur Rika kepada Magdalene (12/3).
Baca artikel selengkapnya di sini.
2. Aktivis KontraS Disiram Air Keras Usai Isi Podcast Remiliterisasi, Teror Suara Kritis?
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras di Jalan Salemba Raya Jakarta Pusat pada (12/3) malam. Serangan tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh.
Berdasarkan keterangan resmi KontraS pada (13/3), korban mengalami luka di area lengan tangan kiri dan kanan, mata, wajah, hingga dada. Total luka bakar yang dialami korban mencapai 24 persen dari tubuhnya. Saat ini Andrie tengah menjalani perawatan intensif Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Baca artikel selengkapnya di sini.
3. Suami-Istri Kerja ‘Full Time’ tapi Hidup Tetap Pas-pasan: Kita yang Salah atau Sistem yang Bermasalah?
Malam ini warung pecel lele saya kedatangan tamu spesial, Dika, kawan lama yang bekerja sebagai operator produksi di Bekasi. Ia datang bersama istri dan anak balitanya setelah pulang kerja. Kehadiran mereka membuat warung sederhana ini berubah jadi ruang berbagi dan update kehidupan masing-masing.
Warung seperti ini kerap menjadi tempat singgah orang-orang yang hidupnya jarang masuk laporan ekonomi makro. Hidup mereka enggak diukur dari grafik pertumbuhan ekonomi, melainkan sisa saldo di akhir bulan. Dari percakapan sederhana pula, saya sering mendengar kisah tentang bagaimana ekonomi bekerja buat keluarga pekerja, terutama pekerja kelas menengah.
Simak artikelnya di sini.
4. Femisida hingga Naiknya Kekerasan Negara: Fakta Penting CATAHU Komnas Perempuan 2025
Memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meluncurkan Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 pada 6 Maret. Laporan bertajuk “Menguatkan Data, Mengatasi Kerentanan, Mendesak Negara Bersikap untuk Keadilan Korban” ini memuat himpunan data pelaporan kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan (KBGtP) sepanjang 2025.
Komisioner Komnas Perempuan Sundari Waris menyebut 2025 menjadi tahun dengan jumlah pengaduan kasus KBGtP tertinggi dalam satu dekade terakhir. Peningkatan tersebut memperlihatkan bertambahnya keberanian korban untuk melapor sekaligus menunjukkan kekerasan berbasis gender terhadap perempuan masih berlangsung dalam skala besar.
Baca artikel lengkapnya di sini.
5. Kenapa Banyak Orang Berduka atas Kepergian Musisi Vidi Aldiano?
Setelah membaca belasan unggahan duka di media sosial, saya menyadari satu hal: Vidi memiliki lingkaran pertemanan yang beragam, luas, dan tampak terawat.
Mulai dari penyanyi, aktor, komedian, hingga pemengaruh media sosial, banyak yang memiliki memori baik tentang dirinya. Aktor Dwi Sasono, misalnya, menulis di caption Instagram bahwa Vidi bukan sekadar penyanyi. Bagi orang-orang yang mengenalnya, ia dikenal ramah dan bersahabat
Baca artikel selengkapnya di sini.





















