07/07/2026
Issues

5 Artikel Pilihan: Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Kasus Daycare di Jogja, hingga Wacana Penutupan Prodi di Kampus

Redaksi Magdalene merangkum lima berita pilihan untuk pekan ini, mulai dari kecelakaan KRL Bekasi Timur, hingga kasus daycare di Jogja.

  • May 1, 2026
  • 3 min read
  • 565 Views
5 Artikel Pilihan: Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Kasus Daycare di Jogja, hingga Wacana Penutupan Prodi di Kampus

1.  Kecelakaan KRL dari ‘POV’ 3 Anker Perempuan: Pulang adalah Sebuah Pertaruhan 

Setiap sore di Jakarta, ribuan orang bergerak dengan pola yang nyaris sama. Mereka turun tangga stasiun dengan langkah cepat, menatap gawai masing-masing, merapatkan tas punggung ke dada, lalu mempercepat jalan saat suara kereta terdengar mendekat. Begitu pintu terbuka, tubuh-tubuh lelah itu kembali saling mendorong dan berdesakan demi satu tujuan sederhana: Pulang.

Namun bagi banyak perempuan pekerja, perjalanan pulang tak pernah sesederhana itu. Ada badan yang sudah remuk setelah bekerja seharian, ongkos yang harus dihitung ketat, anak yang menunggu di rumah, pekerjaan domestik yang belum selesai, dan rasa waswas yang ikut menumpang bersama mereka saban harinya.

Baca artikel selengkapnya di sini

2.  ‘Mother-Blaming’ di Kasus ‘Daycare’ Jogja: Salah Kaprah Publik Melihat Kerja Perawatan

*Peringatan pemicu: Gambaran eksplisit kekerasan anak dan penghakiman pada ibu pekerja.

Belakangan, media sosial Safira, 30, dipenuhi kabar dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta. Informasi yang beredar menyebut anak-anak diikat tangan dan kaki pada waktu tertentu, tidak mengenakan pakaian selain popok, serta tidur di lantai tanpa alas. Kasus ini cepat menyebar dan memicu perhatian luas, diikuti tuntutan penelusuran terhadap pengelola layanan pengasuhan tersebut.

Sebagai ibu yang juga menitipkan anak sejak usia 4 bulan, Safira mengikuti perkembangan kasus ini secara intens. Pengalaman menitipkan anak di daycare membuatnya memiliki kedekatan langsung dengan situasi serupa yang dialami banyak orang tua. Ia menaruh perhatian pada praktik pengasuhan yang terjadi serta dampaknya terhadap anak-anak yang berada dalam layanan tersebut.

Baca artikel selengkapnya di sini.  

3. Penonaktifan NIK Mantan Suami yang Tak Bayar Nafkah di Surabaya, Efektifkah?

Feni Wulandari belum pulang saat waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB. Jam kerjanya sebagai customer service berakhir pukul 17.00, tapi ia masih melanjutkan aktivitas dengan membuka warung camilan di kawasan Dukuh Bulak Banteng, Surabaya.

“Sebentar ya, baru tutup warung jam sebelas,” katanya kepada Magdalene melalui aplikasi perpesanan.

Simak artikelnya di sini

4.Kesopanan itu Perlu, Tapi Bukan Bukti Kompetensi: Pelajaran dari Kasus Little Aresha

Sebagai orang tua, saya ikut merasakan marah, sedih, dan hancurnya kepercayaan ketika mendengar kasus kekerasan balita di tempat penitipan anak Little Aresha di Yogyakarta. Sulit membayangkan trauma yang harus ditanggung anak-anak, juga rasa bersalah yang kini mungkin menghantui para orang tua mereka.

Di tengah kemarahan publik, ada satu hal yang terus mengusik saya, yakni pengakuan beberapa orang tua korban yang menyalahkan diri sendiri. Mereka merasa terlalu percaya pada pengelola dan pengasuh yang berbicara lembut, bersikap sopan, dan terlihat penuh perhatian. Mereka mengabaikan tanda-tanda awal, laporan perkembangan anak yang tak sesuai kenyataan, luka-luka kecil di tubuh anak, hingga fakta bahwa lembaga tersebut ternyata belum berizin.

Baca artikel lengkapnya di sini

5. Wacana Penutupan Prodi di Kampus, Pakar: ‘Pemerintah Jangan Jadi Makelar Industri’

Rencana pemerintah menutup sejumlah program studi di perguruan tinggi memicu perdebatan di kalangan akademisi dan mahasiswa. Kebijakan ini dikaitkan dengan upaya meningkatkan kesesuaian lulusan dengan kebutuhan industri. Namun kritik publik dikaitkan dengan arah pendidikan tinggi yang dicap berorientasi pada pasar kerja.

Pernyataan terkait rencana tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, dalam simposium nasional di Bali pada (23/4). Ia menyebut kemungkinan penutupan sejumlah prodi sebagai bagian dari upaya penyesuaian kebutuhan masa depan.Baca artikel selengkapnya di sini.

About Author

Magdalene