5 Artikel Pilihan: Kabinet Bayangan, Perpres 111/2025 Viral, hingga Cinta Bersyarat Orang Tua ke Anak
1. Apa itu Kabinet Bayangan Usulan Rakyat?
Dua pekan berlalu sejak pengumuman kandidat Kabinet Bayangan dirilis. Melalui media sosial resmi mereka (@kabinetbayangan.id), dipublikasikan sejumlah nama yang mengisi posisi, mulai dari Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran hingga Menteri Hukum dan Kebijakan Negara. Para menteri dipilih melalui proses seleksi yang melibatkan 65 pendaftar dan 123 usulan nama, dengan penilaian dari panel independen, di antaranya Zainal Arifin, Guru Besar Hukum Kelembagaan Negara, serta Bivitri Susanti, Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan.
Gerakan Kabinet Bayangan merupakan koalisi masyarakat sipil yang dimotori Feri Amsari, Pakar Hukum Tata Negara, bersama Ahmad Jilul Qur’ani Farid, Peneliti Masyarakat Transparansi Indonesia.
Baca artikel selengkapnya di sini.
2. Layakkah Ginka Jadi Komisaris Pertamina Retail? Saya Ngobrol dengan HRD untuk Cari Tahu
Teman saya tiba-tiba marah saat scrolling media sosial. “Yaelah, yang kayak gini mah, masuk kantor gue juga enggak bakal keterima!” katanya dengan nada tinggi sembari menunjukkan unggahan Instagram tentang Ginka Febriyanti Ginting yang baru ditunjuk sebagai Komisaris Pertamina Retail (25/6).
Unggahan tersebut menampilkan semacam curriculum vitae (CV) yang memuat riwayat akademis dan pengalaman profesional Ginka. Di sana tertulis ia merupakan lulusan S1 Akuntansi dan S2 Manajemen dari Universitas Esa Unggul.
Baca artikel selengkapnya di sini.
3. Perpres 111/2025 Viral, Kenapa Isu LGBTQ Kembali “Dibakar”?
Belakangan ini, Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2025-2029 ramai diberitakan media dan menjadi sorotan publik. Penyebabnya, salah satu klausul dalam aturan tersebut memasukkan frasa “Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ)” ke dalam klasifikasi ancaman nonmiliter.
Dalam Perpres itu, LGBTQ ditempatkan dalam kategori yang sama dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, terorisme, separatisme, radikalisme, pencurian kekayaan alam, hingga perdagangan ilegal.
Simak artikelnya di sini.
4. ‘Unpopular Opinion’: Benarkah ‘Lifter’ yang Marah di Gym itu Salah?
Video perempuan lifter Nyimas Laula yang memarahi pengguna gym lantaran melintas di area latihan memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menilai reaksinya berlebihan, sementara yang lain berpendapat kemarahannya tidak bisa dilepaskan dari aspek keselamatan ketika seseorang tengah melakukan angkatan maksimal.
Dalam hitungan jam, pembahasan bergeser dari kronologi kejadian menjadi diskusi yang lebih luas mengenai etika di gym, budaya latihan kekuatan, hingga penggunaan kamera di ruang bersama.
Baca artikel lengkapnya di sini.
5. Cinta Bersyarat Orang Tua ke Anak: Aku Mencintaimu, tapi Syarat Ketentuan Berlaku
Usia tujuh tahun menjadi kali pertama aku merasa takut pada bapak. Seusai mengambil rapor, kedua orang tuaku berjanji mengajakku makan di restoran all you can eat. Aku menyambut rencana itu dengan antusias, membayangkan makan siang yang menyenangkan bersama ibu dan bapak.
Namun, semangat itu langsung sirna ketika guru mengumumkan nilai akademikku menurun. Aku kecewa karena merasa tidak belajar maksimal dan menyesal karena gagal membanggakan orang tua. Di atas semua emosi itu, ada satu perasaan yang masih membekas hingga sekarang, yakni bingung menghadapi bapak.
Baca artikel selengkapnya di sini.




















