31/07/2026
Issues

5 Artikel Pilihan: Apa itu Disabilitas Taktampak, Kabinet Bayangan, hingga Kasus Pengeroyokan di Bali

Redaksi Magdalene merangkum lima berita pilihan untuk pekan ini mulai dari fakta soal Kabinet Bayangan, hingga kasus pengeroyokan di Bali.

  • July 31, 2026
  • 3 min read
  • 24 Views
5 Artikel Pilihan: Apa itu Disabilitas Taktampak, Kabinet Bayangan, hingga Kasus Pengeroyokan di Bali

1.  Disabilitas Taktampak: Penuh Penghakiman, Minim Pengakuan

Sejak balita saya didiagnosis mengidap asma kronis. Peristiwa itu bermula ketika saya mendadak kesulitan bernapas saat menunggang kuda di kebun binatang. Sejak saat itu, asma membuat saya harus selalu waspada dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman tertentu, serta menghindari kontak dengan hewan seperti kuda, kelinci, dan anjing. Paparan debu maupun perubahan suhu ekstrem juga dapat memicu serangan sewaktu-waktu.

Keharusan untuk terus waspada terhadap berbagai pemicu akhirnya membentuk pola pikir yang toksik. Setiap kali asma kambuh, saya langsung menyalahkan diri sendiri dan menganggap kondisi itu terjadi akibat kelalaian saya menjaga kesehatan. Cara pandang tersebut baru berubah setelah membaca tulisan Lindsay Karp dan memahami konsep disabilitas taktampak.

Baca artikel selengkapnya di sini

2.  Kopdes Gerus Ruang Hidup Perempuan, Janji Kemajuan cuma ‘Omon-omon’?

“Sarita”, tidak pernah menyangka kebun kolektif yang ia kelola bersama perempuan lain akan berubah jadi bangunan bercat merah putih. Dalam video testimoni yang diputar pada diskusi publik “Menguak Fakta Politik Patriarki Koperasi Desa Merah Putih dan Pemiskinan Perempuan” (28/7), Sarita menceritakan kebun tanaman lokal mereka kini telah dibangun menjadi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP/ Kopdes). 

“Kopdes ini dibangun di atas kebun desa. Padahal kebun ini sekarang dipakai sebagai kebun kolektif untuk menanam pangan lokal,” katanya.

Baca artikel selengkapnya di sini.  

3.Pengeroyokan di Bali: Duka Anak Jadi Tontonan, Traumanya Siapa yang Pulihkan?

Saya masih mengingat ucapan anak perempuan, pembicara dalam webinar Hari Anak Nasional, (23/7). “Anak-anak jangan disayang hanya pada Hari Anak saja. Selamanya, sayangilah kami,” tuturnya. Saya terdiam mendengarnya, serasa dipeluk.

Beberapa hari setelah kalimat itu saya dengar, media sosial dipenuhi video seorang anak perempuan yang menangis histeris di depan jenazah ayahnya. Laki-laki itu tewas setelah dikeroyok massa karena dituduh mencuri ayam. Saya kembali terdiam, kali ini seperti ditampar.

Simak artikelnya di sini

4.Kabinet Bayangan Resmi Bergerak Awasi Pemerintah, ini Fakta yang Harus Kamu Tahu

Kabinet Bayangan resmi menggelar rapat perdana dalam bentuk konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, (27/7). Konferensi pers tersebut dihadiri sejumlah akademisi yang mengisi posisi menteri dan juru bicara kabinet, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Feri Amsari, Sekretaris Kabinet Ahmad Jilul Qur’ani Farid, Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara Armand Suparman, Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Bhima Yudhistira Adhinegara, serta Menteri Pertahanan Curie Maharani.

Hadir pula Menteri Luar Negeri Shofwan Al-Banna Choiruzzad, Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Iqbal Damanik, Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan Isnawati Hidayah, Menteri Riset, Teknologi, dan Digital Nenden Sekar Arum, Menteri Kesehatan Irma Hidayana, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Iman Zanatul Haeri. Sementara Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marjinal Khoirunnisa Nur Agustyati, Menteri Hukum dan Kebijakan Negara Yance Arizona, Menteri Perekonomian Media Wahyudi Askar, serta Menteri Sosial dan Layanan Dasar Nabiyla Risfa Izzati berhalangan hadir.

Baca artikel lengkapnya di sini

5. Efek Rumah Kaca Bakal Rilis ‘Matilah Kau Mati’, Lagu yang Gambarkan Laut Bercerita

Puluhan orang berdiri di luar Kios Ojo Keos, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, (28/7) petang. Mereka mendengarkan Matilah Kau Mati, lagu terbaru Efek Rumah Kaca (ERK), yang diputar lewat pengeras suara di depan pintu. Suasana di dalam cafe yang juga menjadi toko buku itu, juga tak kalah padat. Pengunjung larut dalam petikan gitar yang mengalun pelan bersama vokal Cholil Mahmud yang mengawang.

Sesekali raungan knalpot terdengar dari jalan di depan kios. Namun itu tak mengalihkan perhatian pengunjung yang setia menyimak lagu hingga rampung diputar. Beberapa di antaranya bahkan memejamkan mata.

Baca artikel selengkapnya di sini.

About Author

Magdalene

.